TRIBUNNEWS.COM, TERNATE - Setelah pencarian intensif selama tiga hari, tim SAR gabungan akhirnya menemukan dua warga negara asing (WNA) asal Singapura yang menjadi korban erupsi Gunung Dukono, Halmahera Utara.
Kedua korban, Heng Wen Qiang Timothy (30) dan Shahin Muhrez bin Abdul Hamid (27), ditemukan dalam kondisi meninggal dunia tertimbun abu vulkanik, Minggu (10/5/2026).
Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto memimpin langsung proses pencarian dan evakuasi di lapangan. Ia didampingi Danrem 152/Baabullah Ternate Brigjen TNI Enoh Solehudin dan Kepala Basarnas Ternate Iwan Ramdani.
Kedua korban ditemukan tertimbun material abu vulkanik dan bebatuan di area kawah Gunung Dukono.
Proses evakuasi berlangsung dramatis karena medan yang berat serta aktivitas vulkanik Gunung Dukono yang masih berstatus waspada.
"Kehadiran TNI di sini adalah bentuk komitmen kami untuk memastikan proses evakuasi berjalan maksimal dan aman, meskipun menghadapi tantangan alam yang ekstrem," tegas Mayjen TNI Dody Triwinarto dalam keterangannya.
Dalam arahannya di lokasi, Pangdam menekankan seluruh personel gabungan, mulai dari TNI, Polri, Basarnas hingga relawan, agar tetap waspada terhadap potensi erupsi susulan.
Baca juga: Tragedi Gunung Dukono Disorot Dunia, Tim SAR Indonesia Berpacu dengan Letusan Cari Pendaki Hilang
Ia juga meminta koordinasi antarinstansi terus diperkuat guna mempercepat penanganan korban dengan tetap mengutamakan keselamatan personel di lapangan.
Danrem 152/Baabullah Ternate Brigjen TNI Enoh Solehudin menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel gabungan yang telah bekerja tanpa mengenal waktu.
"Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh personel gabungan yang telah bekerja keras di lapangan. Tetap semangat dan utamakan keamanan selama proses evakuasi berlangsung," ujarnya.
Saat ini, kedua jenazah sedang dibawa menuju posko evakuasi untuk penanganan lebih lanjut.
Tim gabungan juga masih melakukan penyisiran di sekitar lokasi guna memastikan tidak ada korban lain yang tertinggal.
Menyusul kejadian tragis tersebut, pemerintah daerah bersama TNI-Polri mengeluarkan imbauan tegas agar masyarakat dan pendaki tidak melakukan aktivitas di sekitar kawasan kawah Gunung Dukono.
Larangan tersebut dikeluarkan mengingat aktivitas vulkanik Gunung Dukono masih fluktuatif dan berpotensi membahayakan keselamatan.
Sebelumnya, erupsi Gunung Dukono pada Jumat (8/5/2026) menyebabkan 20 pendaki terjebak.
Sebanyak 17 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, sementara tiga lainnya ditemukan meninggal dunia, termasuk dua WNA asal Singapura tersebut.
Gubernur Maluku Utara Sherly Laos menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah tersebut.
"Saya menyampaikan turut berduka cita yang mendalam atas musibah ini. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," ujar Sherly Laos.
Ia juga mengapresiasi kerja keras tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, tenaga kesehatan, relawan, dan unsur terkait lainnya.
Sementara itu, akademisi Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, Maulana Ibrahim, menilai mitigasi dan pengawasan aktivitas pendakian di kawasan gunung api perlu diperketat agar kejadian serupa tidak terulang.
Menurutnya, pembentukan Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB) tingkat Provinsi Maluku Utara penting dilakukan untuk memperkuat koordinasi lintas pihak dalam upaya mitigasi bencana.
"Kalau ada informasi rombongan mau naik, harusnya bisa dicegah sejak awal, apalagi kalau status gunung sedang rawan. Karena erupsi itu fenomena alam biasa, tapi menjadi bencana ketika ada manusia di lokasi berbahaya," ujarnya. (Tribun Ternate/Sansul Sardi/Randi Basri)