TERPOPULER KALSEL - Banjir di Tanahlaut, Pecandu Direhabilitasi dan Perkelahian Berdarah
M.Risman Noor May 11, 2026 08:52 AM

Walaupun sebagian rumah warga mulai digenangi air, namun dilaporkan belum ada yang mengungsi.

Selain itu juga ada kasu penganiayaan yang terjadi di Pasar Martapura membuat korbany a bersimbah darah.

Baca juga: Waspada Peletakan Road Barrier di Tengah Jalan A Yani Banjarmasin, Tutupi Lubang

Baca juga: Cek Jadwal dan Rangkaian  Festival Bamboo Rafting 2026 di Loksado HSS Kalsel, Jadi Event Tahunan

1.Banjir di Tanahlaut

Kondisi terbaru rumah-rumah warga di Desa Asamasam tanahlaut Kalsel yang terendam

Hujan deras yang mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan, termasuk di kawasan pegunungan mulai memunculkan persoalan ikutan.

Seperti biasa, air hujan dari wilayah pegunungan tersebut turun ke hilir. Efeknya, sejak tengah malam tadi, air sungai di wilayah Desa Asamasam, Kecamatan Jorong, meninggi dan mulai meluapi daratan setempat. Tepatnya di kawasan Asamasam Kampung yakni permukiman yang berada di dataran rendah di dekat sungai.

Sekitar pukul 00.14 Wita malam tadi, Minggu (10/5/2026), warga setempat melaporkan bahwa air naik dan ada rumah warga yang mulai terpapar (terluapi) air.

Pagi ini juga ada perempuan lanjut usia (lansia) yang hijrah karena lantai rumahnya tergenang di lingkungan RT 1 dan 10. Nenek ini tak mau dibantu digendong dan memilih merangkak meski harus menerobos genangan air di halaman untuk menuju jalan aspal (jalan lingkungan) setempat.

Sebagai informasi, ada empat lingkungan rukun tetangga yang selalu menjadi langganan banjir yaitu RT 1, 10, 6, dan 7. Di lingkungan ini, rumah warga yang rawan terdampak yaitu yang berada di tepian bantaran sungai. Sedangkan yang agak jauh dari bantaran, aman karena topografinya tingi.

Warga setempat menyebut air mulai naik sejak tengah malam setelah pada Sabtu kemarin hujan deras mengguyur kawasan pegunungan di wilayah hulu. 

Air kiriman dari gunung kemudian mengalir ke hilir dan menyebabkan sungai di desa tersebut meluap.

Di RT 6 yang persis berada di bantaran sungai, sebagian besar jalan lingkungan sudah terendam air pagi ini.

Meski demikian, mayoritas rumah warga masih relatif aman karena berbentuk rumah panggung dengan posisi lantai lebih tinggi. Namun beberapa sudah mulai tergenang.

Sementara itu di RT 1 dan 10, jalan lingkungan masih aman. Sedangkan halaman rumah-rumah warga setempat tergenang. Beberapa rumah, lantainya juga mulai tergenang.

Kepala Desa Asamasam Abdul Muhid saat dikonfirmasi mengatakan kondisi desa hingga Minggu pagi masih relatif terkendali walaupun air mulai memasuki beberapa rumah warga.

“Secara umum masih terkendali. Memang ada beberapa rumah yang lantainya mulai tergenang, tapi belum begitu seberapa,” ujarnya.

Dikatakannya, permukiman di dataran rendah dekat sungai memang selalu menjadi wilayah paling rawan terpapar luapan air sungai.

Di lingkungan RT 1 dan 10, jalan lingkungan masih aman, masih lancar dilewati kendaraan. Sedangkan halaman rumah warga telah mulai tergenang.

Sedangkan di RT 6, genangan lebih banyak menutup jalan dan halaman rumah karena posisi jalan lebih rendah dibanding rumah warga.

“Di RT 6 jalannya yang rendah, jadi jalan dan halaman lebih dulu tergenang. Tapi rumah-rumah panggung sebagian besar masih aman,” jelasnya.

Pihak desa saat ini terus memantau perkembangan debit air karena aliran dari pegunungan masih terus turun menuju wilayah hilir.

Selain itu, kondisi pasang air laut sejak tengah malam hingga sekitar pukul 12.00 Wita nanti juga membuat aliran air menuju laut menjadi lebih lambat sehingga genangan belum cepat surut.

“Harapannya nanti setelah air laut mulai surut siang ini, air lebih cepat mengalir ke laut dan genangan bisa berangsur turun. Mudah-mudahan juga cuaca membaik,” pungkas Muhid.

Ratusan KK Terdampak

Camat Jorong Paimun turun langsung memantau kondisi luapan air sungai di Desa Asamasam, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanahlaut (Tala),, Minggu (10/5/2026) pagi.

Dari hasil pemantauan di lapangan, genangan air di sejumlah titik masih mengalami kenaikan. Diperkirakan kondisi ini masih akan berlangsung hingga siang nanti akibat pengaruh pasang air laut.

“Kondisi genangan masih naik karena pasang air laut sampai jam 12.00 Wita siang nanti. Mudahan lekas surut,” ujar Paimun.

Ia menyebut ada enam RT terdampak luapan air kiriman dari kawasan pegunungan tersebut yakni RT 10, RT 6, RT 12, RT 7, RT 8 dan RT 1.

Berdasarkan pendataan sementara, sekitar 273 kepala keluarga (KK) terdampak genangan.

“Dampaknya berupa lantai rumah tergenang dan sebagian halaman rumahnya yang terendam sehingga menyulitkan beraktivitas,” sebutnya.

Menurut Paimun, air yang meluap ke permukiman berasal dari kiriman kawasan gunung di hulu sungai yang turun sejak beberapa hari terakhir.

Meski genangan mulai memasuki rumah warga, hingga Minggu pagi belum ada warga yang mengungsi.

“Belum ada yang mengungsi. Warga masih bertahan di rumah masing-masing,” jelasnya.

Namun demikian, pihak kecamatan bersama aparat terkait telah menyiapkan langkah antisipasi apabila debit air kembali meningkat dan genangan tak kunjung surut.

Paimun mengatakan titik pengungsian telah disiapkan melalui Kampung Siaga Bencana (KSB) dan koordinasi lintas instansi juga sudah dilakukan.

“Kalau kondisi belum surut, titik pengungsian KSB sudah disiapkan. Kami juga sudah berkoordinasi dengan BPBD Tala, Damkar, Danramil dan Kapolsek,” pungkasnya.

Dipantau BPBD

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanahlaut (Tala) terus memantau perkembangan luapan air sungai di Desa Asamasam, Kecamatan Jorong..

Kepala Pelaksana BPBD Tala Aspi Setia Rahman mengatakan hingga saat ini kondisi di wilayah terdampak masih relatif terkendali meski sebagian rumah warga mulai terpapar genangan.

“Saat ini posisi kami masih melakukan monitoring dan evaluasi atau monev perkembangan kondisi air dari jam ke jam,” ujarnya, Minggu (10/5/2026).

Menurut Aspi, luapan air yang mulai terjadi di Desa Asamasam merupakan dampak kiriman air dari kawasan pegunungan sejak beberapa hari terakhir.

Ia menjelaskan, sebelumnya debit air sempat meningkat di wilayah Desa Salaman Kecamatan Kintap yang berada di daerah hulu dekat pegunungan. Setelah itu aliran air bergerak menuju Desa Kintapura, Kecamatan Kintap.

“Di Kintapura mulai kemarin air juga sempat tinggi, tapi ini sudah mulai turun dan kondisi kembali aman,” katanya.

Kini dikatakannya giliran wilayah Desa Asamasam yang mulai terdampak luapan air sungai sejak tengah malam tadi.

“Air mulai meluap sejak malam tadi dan ada beberapa rumah warga yang mulai terendam sebagian kecil. Tapi secara umum kondisi masih terkendali,” jelas Aspi.

BPBD Tala pun masih belum menetapkan status darurat karena situasi di lapangan dinilai masih aman dan aktivitas masyarakat sebagian besar masih berjalan normal.

Meski demikian, petugas tetap disiagakan untuk memantau kemungkinan kenaikan debit air apabila hujan kembali turun di wilayah pegunungan.

Aspi berharap kondisi cuaca dalam beberapa hari ke depan membaik sehingga debit air sungai bisa cepat surut.

“Kita berharap tidak terjadi hujan lagi, terutama di daerah pegunungan, supaya debit air tidak kembali naik,” tandasnya.

Aspi yang saat ini sedang diklat di luar kota menuturkan apabila genangan kian meninggi dan memerlukan penanganan, personelnya akan langsung turun ke lokasi.

Baca juga: Lowongan Kerja Staf Pajak di Banjarmasin Tengah, Dicari untuk Produk Seragam Scrub

2. Pecandu Narkoba Direhabilitasi

Proses asesmen terpadu kembali digelar Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tabalong terhadap tersangka penyalahgunaan narkotika jenis sabu.

Kali ini Tim Asesmen Terpadu (TAT) melakukannya terhadap tiga orang tersangka penyalahgunaan narkotika atas permintaan penyidik Polres Tabalong.

Adapun tiga tersangka yang dalam proses penanganan kasusnya harus menjalani asesmen ini diamankan dalam dua laporan dan waktu berbeda.

Masing-masing, RT (25) dan RW (38), diamankan di satu lokasi dan diproses dalam satu berkas, serta F (32) yang diamankan di waktu dan lokasi berbeda dengan berkas tersendiri.

Kepala BNNK Tabalong AKBP HM Tukiman mengatakan, dari hasil pemeriksaan urine, ketiga tersangka dinyatakan positif atau reaktif terhadap methamphetamine.

"Asesmen dilaksanakan pada Kamis, 7 Mei 2026, mulai pukul 09.00 Wita hingga selesai, bertempat di Kantor BNNK Tabalong," ujar Tukiman, Sabtu (9/5) siang.

Pelaksanaan asesmen dilakukan Tim Asesmen Terpadu yang terdiri dari unsur BNNK Tabalong, Kejaksaan Negeri Tabalong, Polres Tabalong, serta tenaga medis terkait.

Dijelaskannya, dalam pelaksanaan asesmen, tim melakukan pemeriksaan secara menyeluruh melalui pendekatan hukum dan medis.

Tujuannya untuk mengetahui tingkat penyalahgunaan narkotika serta rekomendasi penanganan yang tepat terhadap masing-masing tersangka.

Hasilnya, berdasarkan pemeriksaan menggunakan instrumen ASI Full Version, tersangka F berada pada fase situasional.

Sedangkan untuk tersangka RW dan RT, hasil pemeriksaan menunjukkan mereka berada pada fase ketergantungan.

Dengan pemeriksaan yang dilakukan, Tim Asesmen Terpadu merekomendasikan tersangka F menjalani rehabilitasi rawat inap pada fasilitas rehabilitasi milik pemerintah sesuai hasil asesmen dan ketentuan yang berlaku. 

Sedangkan khusus tersangka RW dan RT juga direkomendasikan menjalani rehabilitasi rawat inap pada fasilitas rehabilitasi milik pemerintah, dan untuk perkaranya dilanjutkan sesuai ketentuan yang berlaku.

"Pelaksanaan rehabilitasi dilakukan sebagai bagian dari upaya pemulihan terhadap penyalahguna narkotika melalui pendekatan rehabilitatif dan kemanusiaan," kata Tukiman. 

Baca juga: Kandidat Sekda Banjarmasin Sisa Enam Orang, Pansel Akan Ajukan Tiga Nama ke Wali Kota Yamin

3. Perkelahian di Pasar Martapura

Perkelahian berdarah menggegerkan warga di Jalan A Yani Km 40, Kelurahan Jawa, Martapura, tepatnya di pasar Blauran Martapura, Sabtu (9/5/2026) sore.

Dua orang pria terlibat adu fisik hingga salah satunya mengalami luka-luka. Belakangan, kepolisian telah mengamankan salah seorang dari kejadian berdarah di pinggir jalan itu.

Kasihumas Polres Banjar, Iptu Rifani, membenarkan adanya kejadian berdarah di kawasan Martapura tersebut. Menurutnya, peristiwa tersebut merupakan penganiyaan.

“Benar, telah terjadi perkara penganiayaan pada hari Sabtu tanggal 9 Mei 2026 sekira jam 17.06 Wita,” katanya kepada Bpost, Minggu (10/5/2026).

Dalam kasus ini, polisi mengamankan satu orang terduga pelaku penganiayaan berinisial R (43) warga Jalan Batuah, Keraton, Martapura. Adapun korban luka adalah K seorang buruh Cempaka Gang Rahayu, Desa Jawa Laut, Martapura.

Baca juga: 144 Calon Haji Banjarmasin Tergolong Risiko Berat, Didominasi Penderita Komorbid

Baca juga: Kandidat Sekda Banjarmasin Sisa Enam Orang, Pansel Akan Ajukan Tiga Nama ke Wali Kota Yamin

Selain memgamankan terduga pelaku, petugas kepolisian juga menyita barang bukti senjata tajam (sajam) yang digunakan untuk melukai korban.

“Barang bukti satu bilah pisau belati berukuran 8 centemeter,” kata Iptu Rifani.

Dijelaskan, kronologi kejadian berawal petugas Polres Banjar menerima laporan terjadi perkelahian pada Sabtu (9/5/2026) sore. Piket Pamapta beserta piket fungsi Polres Banjar kemudian mendatangiTKP.

Benar saja, petugas mendapati adanya perkelahian antara keduanya di lokasi. Dimana R menggunakan satu bilah pisau belati.

Atas kejadian ini, korban mengalami luka tusukan di tangan sebelah kanan dan bahu sebelah kiri, sedangkan terduga pelaku R mengalami luka di bagian dahi.

Korban kemudian di bawa ke Rumah Sakit Ratu Zalecha Martapura dan pelaku dibawa ke Mapolres Banjar untuk kepentingan proses penyelidikan.

“Perkara ini dalam proses penyelidikan Satreskrim Polres Banjar,” pungkas Kasihumas. (Banjarmasinpost.co.id)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.