BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Puluhan warga Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, terkonfirmasi positif menderita malaria.
Kasus diketahui setelah tim medis dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangka, melakukan, pemeriksaan (screening) di Kelurahan Bukit Ketok, Kecamatan Belinyu, pada Sabtu (9/5/2026) kemarin.
Bupati Bangka, Fery Insani, telah turun langsung memantau proses pemeriksaan di lapangan.
Ia menyatakan, bakal segera menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) malaria, seiring dengan bertambahnya jumlah warga yang positif.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bangka Belitung, Ria Agustine, mengatakan, kasus malaria yang terjadi di Kabupaten Bangka karena kasus impor.
"Peningkatan kasus malaria di Kabupaten Bangka terjadi karena kasus impor. Dibawa oleh pekerja tambang pendatang dan terjadi penularan pada pekerja dan penduduk setempat," kata Ria Agustine kepada Bangkapos.com, Minggu (10/5/2026).
Ria menambahkan, sejauh ini sudah beberapa upaya yang Dinkes Provinsi Babel lakukan. Seperti, melakukan skrining/mass blood survei (MBS) bersama Puskesmas dan Dinkes Kabupaten Bangka.
"Serta kita juga melakukan cross check slide skrining oleh Labkesda provinsi, mendistribusikan 500 rapid diagnostic tes (RDT) untuk skrining.
Mendistribusikan 200 kelambu berinsektisida, merealokasi obat malaria untuk Kabupaten Bangka," katanya.
Tak cukup itu, dikatakan Ria, Dinkes Babel juga, mengajukan permintaan obat dan insektisida ke kemenkes dan pada saat ini sedang proses pengiriman ke Babel.
"Dinkes Babel juga sudah memberikan feedback tertulis ke Dinkes Bangka untuk rekomendasi tindaklanjut yang kami tembuskan ke gubenur, bupati, dan kemenkes," lanjutnya.
Saat ini, diketahui Ria, Bupati Kabupaten Bangka, sedang proses dikeluarkan SK KLB, terkait kasus malaria.
"Dinyatakan KLB atas dasar terjadinya peningkatan kasus 2 kali lipat pada bulan yang sama dibandingkan tahun sebelumnya dan sudah terjadi penularan setempat," ujarnya. (Bangkapos.com/Riki Pratama)