10 Jemaah Haji Asal Sumsel Sakit di Tanah Suci, 5 Orang Masih Dirawat
Odi Aria May 11, 2026 11:27 AM

SRIPOKU.COM, PALEMBANG- Kondisi jemaah haji asal Sumatera Selatan (Sumsel) di Tanah Suci secara umum terpantau baik.

Meski demikian, sejumlah jemaah dilaporkan mengalami gangguan kesehatan selama menjalani rangkaian ibadah haji.

Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Palembang, Emmilya Rosa, mengatakan jumlah jemaah yang sakit sempat bertambah.

“Untuk jemaah haji asal Sumsel sebelumnya ada yang sakit tiga, bertambah jadi 10 dan lima sudah sehat,” katanya saat dikonfirmasi, Senin (11/5/2026).
Emmilya menjelaskan, dari 10 jemaah yang sakit, lima orang telah kembali ke hotel setelah kondisi kesehatannya membaik. Sementara lima lainnya masih menjalani perawatan.

Adapun keluhan kesehatan yang dialami para jemaah beragam, mulai dari demam, gangguan jantung hingga pneumonia.

Sementara itu, sebanyak 444 jemaah haji yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 13 resmi diberangkatkan dari Embarkasi Palembang menuju Tanah Suci.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Selatan, M. Arkan Nurwahiddin, mengatakan dari total 445 jemaah yang masuk asrama haji, satu orang jemaah asal Pagaralam terpaksa menunda keberangkatan karena alasan kesehatan.

“Penundaan ini dilakukan berdasarkan pertimbangan teknis kesehatan guna memastikan kondisi jemaah dalam keadaan prima sebelum menempuh perjalanan panjang,” ujarnya.

Jemaah yang ditunda keberangkatannya diketahui bernama Muhammad Teguh (68), warga Pagar Alam.

Arkan menjelaskan, hingga saat ini total jemaah yang telah diterbangkan melalui Embarkasi Palembang mencapai 5.750 orang.

Jumlah tersebut terdiri dari 4.627 jemaah asal Sumsel, 1.071 jemaah asal Bangka Belitung dan 52 petugas kloter.

Selain itu, Arkan juga mengingatkan seluruh jemaah untuk disiplin menjaga kesehatan selama berada di Arab Saudi.

Ia menekankan pentingnya penggunaan alat pelindung diri (APD) saat beraktivitas di luar hotel maupun maktab.

Beberapa perlengkapan yang wajib disiapkan jemaah di antaranya kacamata hitam, masker, semprotan air, payung, alas kaki yang nyaman, serta tas khusus untuk menyimpan dokumen penting dan sandal.

“Kami sangat berharap jemaah tidak meremehkan penggunaan APD ini. Payung, masker dan air minum adalah kunci untuk mencegah kelelahan berlebih dan dehidrasi selama menjalankan rangkaian ibadah,” kata Arkan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.