TRIBUNJABAR.ID, SAMARINDA - Persib Bandung menunjukkan mentalitas calon juara sejati.
Dalam duel bertajuk "El Clasico Indonesia" di Stadion Segiri, Minggu (10/5/2026), Maung Bandung sukses membungkam Persija Jakarta dengan skor 2-1.
Kemenangan ini tidak hanya soal harga diri, tapi juga memastikan Persija resmi terkubur peluangnya dalam perebutan takhta juara Super League 2025/2026.
Secara matematis, koleksi 75 poin milik Persib kini tak mungkin lagi terkejar oleh Persija yang tertahan di posisi ketiga dengan 65 poin di sisa dua laga.
Kini, perebutan gelar hanya menyisakan duel dua kuda pacu: Persib Bandung dan Borneo FC (72 poin).
Baca juga: Hitung-hitungan Persib Juara Super League 2026: Skenario 78 Poin dan Menanti Tergelincirnya Borneo
Pertandingan ini menjadi bukti nyata bahwa penguasaan bola tidak selalu berbanding lurus dengan hasil akhir.
Persija, di bawah asuhan Mauricio Souza, sebenarnya tampil lebih dominan melalui permainan kaki ke kaki.
Hal ini ditegaskan oleh pemain Persija, Fabio Calonego.
"Kami bermain lebih baik dan punya banyak peluang, tapi tidak mampu memanfaatkannya. Itulah sepak bola," ujar Fabio yang juga mengeluhkan kondisi lapangan Segiri yang menghambat aliran bola timnya.
Sebaliknya, pelatih Persib Bojan Hodak menerapkan strategi yang lebih pragmatis dan efektif.
Menghadapi kondisi lapangan yang dinilai kurang ideal, Persib lebih banyak mengandalkan direct ball yang langsung menusuk jantung pertahanan lawan.
Sosok antagonis bagi Persija malam itu adalah Adam Alis.
Pemain kelahiran Jakarta dan eks penggawa Macan Kemayoran ini tampil spartan.
Brace yang dicetaknya membuktikan bahwa ia memiliki adaptasi luar biasa dengan atmosfer Stadion Segiri.
"Mungkin memang saya cocok bermain di sini (Segiri). Yang terpenting bukan siapa yang cetak gol, tapi tiga poin ini membawa kami fokus ke dua laga sisa untuk menjadi juara," tegas Adam Alis.
Analisa kemenangan ini menempatkan Persib dalam posisi sangat menguntungkan.
Dengan sisa dua pertandingan melawan PSM Makassar dan Persijap Jepara, Persib hanya perlu menjaga konsistensi.
Tekanan kini sepenuhnya berada di pundak Borneo FC yang harus menyapu bersih sisa laga mereka, termasuk menghadapi Bali United, jika ingin menggoyahkan posisi Maung Bandung di puncak klasemen. (*)