Sapi Milik Peternak Reban Batang Terpilih sebagai Hewan Kurban Presiden, Punya Bobot 900 Kg
rika irawati May 11, 2026 02:07 PM

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BATANG – Sapi milik Sugeng, peternak asal Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, terpilih sebagai hewan kurban untuk Presiden Prabowo di Iduladha 2026.

Sapi jenis simental berwarna cokelat itu memiliki bobot 900 kilogram.

Rencananya, sapi tersebut akan dijadikan hewan kurban dan disalurkan ke warga lewat masjid di wilayah Lebo, Kecamatan Gringsing.

"Bobotnya sekitar 900 kg dan itu punya peternak daerah Reban, atas nama Pak Sugeng."

"Informasinya, nanti ditetapkan untuk masjid di daerah Lebo, Gringsing," ungkap Kepala Bidang Peternakan Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Batang M Arief Edyanto, Senin (11/5/2026).

Baca juga: Pantai Jodo Batang Jadi Favorit Warga Habiskan Libur Akhir Pekan, Harga Tiket Hanya Rp5000 Per orang

Arief mengatakan, penawaran harga diajukan langsung peternak ke Sekretariat Presiden (Setpres).

Namun, dia tak mengungkap harga sapi kurban presiden itu.

Dia hanya mengatakan, sapi berbobot besar memang memiliki nilai jual lebih tinggi dibanding sapi biasa. 

Untuk sapi dengan bobot di atas 500 kilogram, harga per kilogramnya dapat mencapai Rp90 ribu hingga Rp100 ribu.

"Harganya memang lebih tinggi daripada per kilo yang umum, karena bobotnya khusus."

"Di atas 500 kilogram, itu sudah harga spesial, kisaran Rp90 ribu sampai Rp100 ribu per kilogram," ungkapnya.

Sementara, untuk sapi lokal dengan ukuran standar, harga pasar saat ini berada di kisaran Rp70 ribuan per kilogram hidup. 

"(Harga) itu juga sudah naik dibanding hari biasa karena fenomena Iduladha memang biasanya ada kenaikan harga," ungkapnya. 

Persilangan Simental

Arief menambahkan, sapi pilihan presiden tersebut merupakan hasil persilangan beberapa jenis unggulan. 

Baca juga: Dapur MBG Lahirkan Sampah Sampai 7 Ton di Batang, Menambah Beban TPA Saja

Secara fisik, sapi itu memiliki ciri kepala menyerupai simental dan warna tubuh cenderung cokelat gelap seperti Charolais.

"Jenisnya multi-breeding. Kepalanya simental, warnanya Charolais. Jadi perpaduan beberapa jenis."

"Biasanya, silangan PO dengan simental, PO dengan limousin atau charolais," tuturnya. 

Ia menyebut, sapi jenis Peranakan Ongole (PO) justru memiliki harga yang cenderung lebih mahal karena banyak diminati untuk kebutuhan kurban.

"Kalau PO biasanya memang lebih mahal," ungkapnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.