TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - Kasdi (73), warga Desa Kumpulrejo, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, hilang setelah pamit ke ladang pada Minggu (10/5/2026) pagi.
Kasdi diduga hanyut di Sungai Bodri saat menggarap ladang di sekitar tanggul sungai.
Hingga Senin (11/5/2026), pencarian korban di aliran Sungai Bodri masih terus dilakukan.
Sekretaris BPBD Kendal Ahmad Huda Kurniawansah mengatakan, korban berangkat ke ladang sekitar pukul 10.00 WIB.
Namun, hingga zuhur tiba, korban tak kunjung pulang ke rumah.
"Informasi dari keluarga, biasanya, ketika zuhur itu pulang untuk istirahat dan salat."
"Tapi, korban tidak pulang," kata Huda, Senin.
Baca juga: Bapak-bapak Takut Ketahuan Sakit, Bupati Kendal Gelar Dokter Keliling
Huda menduga, korban hanyut selepas selesai menggarap ladang.
Hasil pencarian yang dilakukan di sekitar ladang, tim SAR gabungan hanya menemukan bibit tanaman beserta sabit yang dibawa korban.
Informasi dari keluarga, korban memiliki ciri-ciri kulit sawo matang, memakai kaus panjang berwarna biru lengan oranye, serta celana warna gelap.
"Keluarga sudah mencari di sekitar ladang, tapi belum ditemukan," sambungnya.
Tim relawan gabungan BPBD langsung melakukan penyisiran aliran Sungai Bodri.
Akan tetapi, pencarian pada hari pertama belum membuahkan hasil.
Baca juga: Daftar 3 Nama Perebutkan Jabatan Kursi Sekda Kendal
Pencarian awal dilakukan dengan titik fokus lokasi awal korban diduga hanyut hingga 150 meter ke arah utara.
"Ada tim yang pakai perahu, terus tim darat menyisir tanggul dan dibantu warga. Tapi memang belum ditemukan," ungkapnya.
Huda menambahkan, saat ini, proses pencarian hari kedua masih berlanjut menggunakan 2 perahu milik BPBD dan Basarnas.
Selain itu, pencarian juga dilakukan menyusuri tanggul Sungai Bodri ke arah utara.
"Pencarian lanjutan sudah dimulai tadi pagi dengan titik fokus ke arah utara dari lokasi awal korban diduga tenggelam," tandasnya. (*)