Keseringan pakai AI tidak mengurangi kemampuan kognitif, tapi bisa mengurangi kepercayaan diri. Temuan ini berhasil terungkap dalam sebuah studi berjudul "Generative AI Reliance and Executive Function Attenuation: Behavioral Evidence of Cognitive Offload in High-Use Adults" oleh Sarah Baldeo dalam jurnal Technology, Mind, and Behavior yang dipublikasikan pada April lalu.
Studi ini melibatkan 1.923 peserta dewasa daring dari Amerika Serikat dan Kanada. Para peserta diminta menggunakan AI untuk menyelesaikan 10 tugas, termasuk mengembangkan rencana dengan informasi yang tidak lengkap atau menafsirkan data.
Laki-laki Lebih Ketergantungan terhadap AI
Setelah menyelesaikan tugas, 58% peserta setuju jika AI lebih banyak mengambil peran "pemikir" dalam mengerjakan tugas, terutama dalam aktivitas yang berkaitan dengan perencanaan. Namun, yang menjadi perhatian juga adalah para peserta melaporkan penurunan kepercayaan diri saat 'berpikir'. Peserta laki-laki melaporkan tingkat ketergantungan AI yang lebih tinggi daripada perempuan.
Akan tetapi, peserta yang secara aktif memodifikasi, menantang, atau menolak saran AI melaporkan kepercayaan diri yang lebih besar dan rasa kepemilikan yang lebih kuat.
"Masalahnya bukanlah penggunaan AI itu sendiri, tetapi tingkat penerimaan pasif. Peserta yang menggunakan AI tetapi tetap mempertahankan pengawasan dan penilaian aktif cenderung merasa lebih percaya diri dalam penalaran mereka sendiri," kata penulis studi Sarah Baldeo, MBA, seorang kandidat PhD di bidang AI dan ilmu saraf di Universitas Middlesex di Inggris dalam laman American Psychological Association dikutip Minggu (10/5/2026).
Bagaimana agar Tidak Ketergantungan pada AI?
Menurut Baldeo, program AI harus mendorong pengguna agar tidak terlalu bergantung pada AI,.
"Secara umum, cara terbaik untuk menggunakan AI adalah dengan melatihnya daripada membiarkannya melatih Anda," ujarnya.
Baldeo menawarkan beberapa saran berikut agar kamu tidak terlalu bergantung pada AI:
1. Cobalah menyelesaikan masalah sendiri sebelum meminta bantuan AI
2. Perbaiki perintah AI setidaknya dua atau tiga kali untuk menerima respons yang lebih berkualitas yang juga melibatkan kemampuan kognitif pengguna
3. Beristirahatlah setidaknya dua atau tiga hari setiap minggu dari penggunaan program AI
Baldeo menekankan, studi ini bersifat korelasional sehingga tidak dapat membuktikan sebab-akibat. Namun, ada potensi risiko jangka panjang yang membuat beberapa pengguna menjadi kurang terlibat dalam pekerjaan kognitif mendalam.
"Itulah mengapa perbedaan antara bantuan AI dan ketergantungan yang berlebihan sangat penting," tegasnya.





