8 Tahun Pacaran Berakhir Maut, Pelaku Akui Emosi Usai Ibunya Dihina Kekasih
Tita Rumondor May 11, 2026 03:47 PM

 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Kasus tewasnya seorang perempuan berinisial DI (27) di Kabupaten Pandeglang mulai menemukan titik terang setelah pelaku berhasil diamankan aparat kepolisian.

Pria berinisial OI (28), yang diketahui merupakan kekasih korban, mengaku nekat menghabisi nyawa DI usai tersulut emosi saat terjadi pertengkaran di rumahnya.

Peristiwa tragis tersebut terjadi di Kampung Kadujangkung, Desa Kadujangkung, Kecamatan Mekarjaya, Kabupaten Pandeglang, Kamis (7/5/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.

Korban sendiri diketahui berasal dari Kampung Bojongsari, Desa Kadudampit, Kecamatan Saketi, Pandeglang.

Baca juga: Desil 3 Artinya Apa? Ini Penjelasan dan Peluang Dapat Bansos 2026

Pengakuan Pelaku Saat Jalani Pemeriksaan

Di hadapan penyidik, OI mengaku melakukan pembunuhan dengan cara mencekik korban menggunakan kedua tangannya di dalam kamar rumahnya.

“Dicekik di kamar, pakai tangan sendiri, dalam kondisi sadar,” ujar OI, Jumat (8/5/2026).

Ia mengaku tidak pernah membayangkan pertengkaran tersebut akan berakhir dengan kematian korban. Namun, emosi yang memuncak membuat dirinya tidak mampu mengendalikan diri.

Menurut pengakuannya, pertikaian dipicu oleh ucapan korban yang dianggap menyinggung kondisi ibunya yang sedang menderita sakit paru-paru.

“Dia bilang saya lebih mentingin ibu saya yang sakit, tidak tahu diri, tidak berguna,” ungkapnya.

Hubungan asmara keduanya diketahui sudah terjalin cukup lama.

OI menyebut dirinya dan korban telah berpacaran selama delapan tahun sejak masih duduk di bangku SMA.

Selama menjalin hubungan, korban disebut cukup sering datang ke rumah pelaku hingga beberapa kali menginap.

“Sudah delapan tahun pacaran. Sering ke rumah, sebulan bisa tiga sampai empat kali, bahkan pernah seminggu menginap,” katanya.

Tak hanya itu, keduanya juga pernah tinggal bersama di Jakarta selama sekitar empat tahun, tepatnya pada periode 2021 hingga 2024 ketika sama-sama bekerja di ibu kota.

• Geger! 11 Bayi Ditemukan dalam Rumah Penampungan, Ada yang Sakit Kuning dan Kelainan Jantung

Pelaku Sempat Ingin Akhiri Hidup

OI juga mengungkapkan bahwa hubungan mereka sebelumnya pernah mendapat sorotan dari keluarga maupun lingkungan sekitar.

“Sudah banyak yang negur, orang tua, RT hingga RW, cuma susah dibilanginnya,” ujarnya.

Setelah kejadian pembunuhan tersebut, pelaku tidak langsung melarikan diri dari rumah.

Ia mengaku masih berada di lokasi dan beberapa kali kembali masuk ke kamar tempat jasad korban berada.

“Masuk ke kamar, balik lagi, ngeliat lagi ke kamar,” katanya.

Dalam kondisi terpukul, OI mengaku sempat mencoba mengakhiri hidup dengan menenggak berbagai obat milik ibunya, mulai dari obat sakit gigi, obat lambung hingga paracetamol.

Namun upaya itu tidak membuahkan hasil.

“Saya pengen sama nasibnya kaya korban, ingin bunuh diri tuh. Saya minum obat mama semuanya, ternyata baik-baik saja,” ujarnya.

Pada hari berikutnya, OI akhirnya mendatangi Polsek Banjar untuk menyerahkan diri tanpa sepengetahuan keluarganya.
“Saya menyerahkan diri. Semuanya gak pada tahu,” katanya.

Diketahui, pelaku merupakan anak sulung dari dua bersaudara dan selama ini menjadi tulang punggung keluarga setelah ayahnya meninggal dunia. Ia tinggal bersama ibu dan adiknya di rumah tempat kejadian perkara tersebut.

Hingga kini, kasus pembunuhan itu masih dalam penanganan Satreskrim Polres Pandeglang guna proses penyelidikan dan hukum lebih lanjut. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.