Bahaya Hantavirus Mengintai, WHO Minta Waspadai Debu yang Terkontaminasi
Tommy Kurniawan May 11, 2026 04:11 PM

TRIBUNJAMBI.COM - Hantavirus kembali menjadi perhatian dunia setelah muncul laporan wabah yang memicu kekhawatiran internasional pada awal tahun 2026.

Virus yang secara alami dibawa oleh hewan pengerat, terutama tikus, ini dikenal memiliki tingkat fatalitas tinggi jika menginfeksi manusia dan tidak segera ditangani secara medis.

Kekhawatiran publik meningkat setelah muncul kabar adanya temuan wabah Hantavirus di kapal pesiar MV Honduras, yang membuat banyak negara meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran virus tersebut.

Hantavirus sendiri bukan virus baru, namun ancamannya tetap serius karena dapat memicu dua kondisi medis berbahaya sekaligus, yakni Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang menyerang paru-paru dan sistem pernapasan, serta Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang menyerang ginjal dan dapat menyebabkan gagal organ.

Di tengah meningkatnya perhatian global terhadap penyakit ini, masyarakat diminta tidak panik, tetapi perlu memahami secara benar bagaimana virus tersebut menyebar dan bagaimana cara mencegahnya.

Pemahaman mengenai jalur penularan Hantavirus menjadi kunci utama agar masyarakat dapat melindungi diri dan keluarga dari potensi infeksi.

Baca juga: Marah Suami Sibuk Urus Ayam dan Bonceng Wanita Lain, Ibu Muda Racuni 3 Anak

Baca juga: Kepergok Rombongan Kepala Sekolah Karaoke di Jam Kerja, Dinas Pendidikan Beri Klarifikasi

Apa Itu Hantavirus?

Hantavirus merupakan kelompok virus zoonotik, yaitu virus yang berasal dari hewan dan dapat menular ke manusia.

Virus ini umumnya dibawa oleh berbagai jenis tikus liar dan hewan pengerat lain yang menjadi reservoir alami.

Meski hewan pembawanya sering kali tidak menunjukkan gejala sakit, mereka dapat menyebarkan virus melalui urine, air liur, maupun kotoran yang mencemari lingkungan sekitar.

Karena itu, area seperti gudang tertutup, loteng, lumbung penyimpanan, hingga rumah kosong yang lama tidak dibersihkan menjadi tempat yang berisiko tinggi.

Bagaimana Hantavirus Menular ke Manusia?

Berdasarkan penjelasan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), penularan Hantavirus ke manusia paling sering terjadi melalui kontak dengan ekskresi hewan pengerat yang terinfeksi.

Kontak ini bisa terjadi secara langsung maupun tidak langsung.

Proses ini dikenal sebagai transmisi aerosol, yang menjadi jalur penularan paling umum.

Kondisi ini sering terjadi ketika seseorang membersihkan ruangan tertutup yang kotor tanpa alat pelindung seperti masker.

Misalnya saat menyapu gudang lama, membersihkan loteng, atau membuka tempat penyimpanan yang lama tak tersentuh.

Selain itu, penularan juga bisa terjadi jika seseorang menyentuh benda yang terkontaminasi virus, kemudian tanpa mencuci tangan menyentuh wajah, terutama area mata, hidung, atau mulut.

Dalam beberapa kasus, gigitan tikus yang terinfeksi juga dapat menyebabkan penularan, meskipun jalur ini tergolong lebih jarang.

Aktivitas yang Meningkatkan Risiko Terpapar

WHO menyebut sejumlah aktivitas dapat meningkatkan risiko seseorang tertular Hantavirus.

Di antaranya adalah:

Membersihkan ruangan tertutup atau bangunan yang lama tidak dihuni

Bekerja di bidang pertanian dan kehutanan

Tinggal atau tidur di tempat dengan populasi tikus tinggi

Menyimpan makanan tanpa perlindungan sehingga menarik hewan pengerat

Tidak menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumah

Area pedesaan maupun perkotaan yang memiliki sanitasi buruk juga menjadi wilayah yang patut diwaspadai.

Penularan Antar Hewan Pengerat

Secara alami, virus ini terus bertahan karena menyebar di antara populasi tikus dan hewan pengerat lain.

Penularan antar sesama reservoir terjadi melalui kontak langsung, seperti perkelahian, kawin, atau melalui aerosol dari cairan tubuh hewan yang terinfeksi.

Interaksi sosial antar hewan itulah yang menjaga virus tetap hidup dan berkembang di lingkungan.

Ketika habitat tikus semakin dekat dengan pemukiman manusia, maka risiko penularan kepada manusia ikut meningkat.

Apakah Bisa Menular dari Manusia ke Manusia?

Berbeda dengan virus seperti flu atau Covid-19, Hantavirus umumnya tidak menular antar manusia.

Hingga kini, penularan dari manusia ke manusia hanya pernah tercatat pada jenis virus Andes di wilayah Amerika Selatan.

Itu pun sangat jarang terjadi dan biasanya membutuhkan kontak sangat dekat serta berlangsung lama, misalnya antara anggota keluarga atau pasangan.

Para ahli menyebut penularan semacam ini kemungkinan besar terjadi pada fase awal penyakit, ketika jumlah virus dalam tubuh penderita sedang tinggi.

Namun secara umum, masyarakat tidak perlu khawatir tertular hanya karena berada dekat dengan pasien Hantavirus.

Fokus utama pencegahan tetap harus diarahkan pada pengendalian tikus dan kebersihan lingkungan.

Bisakah Hewan Peliharaan Menularkan?

Kucing, anjing, atau mamalia lain memang bisa saja terpapar Hantavirus jika kontak dengan tikus yang terinfeksi.

Namun hingga saat ini belum ada laporan ilmiah yang menunjukkan bahwa hewan-hewan tersebut dapat menularkan Hantavirus kepada manusia.

Artinya, hewan peliharaan bukan jalur utama penyebaran.

Meski begitu, pemilik hewan tetap disarankan menjaga kebersihan kandang dan memastikan lingkungan rumah bebas dari infestasi tikus.

Langkah Pencegahan yang Disarankan

Kementerian Kesehatan RI menegaskan bahwa pencegahan Hantavirus sangat bergantung pada pengendalian populasi tikus dan peningkatan sanitasi lingkungan.

Beberapa langkah pencegahan yang disarankan antara lain:

Menutup semua celah yang memungkinkan tikus masuk ke rumah

Menyimpan makanan dalam wadah tertutup rapat

Membersihkan rumah dan gudang secara rutin

Menggunakan masker serta sarung tangan saat membersihkan area berdebu

Tidak menyapu kotoran tikus secara kering, melainkan menyemprotnya terlebih dahulu dengan disinfektan

Segera mencuci tangan setelah membersihkan area berisiko

Mengelola sampah rumah tangga dengan baik agar tidak mengundang tikus

Kemenkes juga mendorong pendekatan One Health, yaitu integrasi antara kesehatan manusia, kesehatan hewan, dan kesehatan lingkungan dalam pengendalian penyakit menular seperti Hantavirus.

Jangan Panik, Tapi Tetap Waspada

Munculnya laporan wabah Hantavirus pada 2026 memang memicu kekhawatiran global.

Namun para ahli menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik berlebihan.

Yang terpenting adalah memahami jalur penularan virus ini serta menerapkan langkah pencegahan yang tepat.

Dengan menjaga kebersihan rumah, mengendalikan populasi tikus, dan meningkatkan kesadaran terhadap lingkungan sekitar, risiko terpapar Hantavirus dapat ditekan secara signifikan.

Kewaspadaan dan edukasi menjadi senjata utama untuk mencegah virus ini berkembang menjadi ancaman kesehatan yang lebih besar.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.