SURYA.co.id, JOMBANG - Identitas jasad pria yang ditemukan di saluran irigasi Dusun Cangkringmalang, Desa Sidomulyo, Kecamatan Megaluh, akhirnya terungkap.
Polisi memastikan korban bernama APB (19), warga Dusun Beweh, Desa Ngogri, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, meninggal akibat kecelakaan tunggal.
Identitas korban terungkap setelah proses identifikasi jenazah yang ditemukan warga pada Minggu (10/5/2026) malam.
Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, mengatakan proses identifikasi berjalan lancar karena kondisi tubuh korban masih utuh sehingga mudah dikenali.
Baca juga: Temuan Jasad Pria di Saluran Irigasi Jombang, Warga Curiga Lihat Motor Tanpa Pemilik
"Korban berhasil diidentifikasi sebagai warga Kecamatan Megaluh. Kondisi jenazah masih memungkinkan untuk dikenali dengan cepat," ucapnya saat dikonfirmasi Tribunjatim.com pada Senin (11/5/2026).
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Barang berharga milik korban juga masih lengkap saat ditemukan.
"Petugas menemukan dompet berisi uang tunai beserta KTP di saku celana korban. Tidak ada indikasi penganiayaan," kata Dimas melanjutkan.
Sementara itu, Kanit Gakkum Satlantas Polres Jombang Ipda Siswanto menjelaskan, kecelakaan diduga terjadi saat korban mengendarai sepeda motor dari arah timur menuju barat.
Saat melintas di jalan menikung di Desa Plosogeneng, korban diduga kehilangan kendali hingga tercebur ke saluran irigasi bersama kendaraannya.
"Motor korban sebelumnya ditemukan warga di saluran irigasi Desa Plosogeneng pada Sabtu dini hari. Dari hasil penyelidikan, kuat dugaan korban mengalami kecelakaan tunggal," ungkapnya.
Polisi memperkirakan tubuh korban terbawa arus sejauh sekitar 650 meter dari lokasi awal kejadian sebelum akhirnya ditemukan warga di wilayah Dusun Cangkringmalang.
Karena dipastikan murni kecelakaan lalu lintas tunggal, jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Jasad tersebut ditemukan dalam kondisi tenggelam dengan posisi tertelungkup di aliran sungai.
Saat dievakuasi, korban masih mengenakan pakaian lengkap dan tubuhnya mulai membengkak.
Adi, salah seorang warga setempat, mengatakan jasad pertama kali ditemukan saat keluarga mencari seorang anggota keluarganya yang sebelumnya dilaporkan belum pulang ke rumah.
"Awalnya warga menemukan sepeda motor di aliran sungai kecil itu sehari sebelumnya. Karena motornya dikenali, keluarga kemudian melakukan pencarian di sepanjang sungai hingga akhirnya menemukan jasad tersebut," ucap Adi saat dikonfirmasi terpisah.
Menurutnya, penemuan sepeda motor tanpa pengendara sempat membuat warga curiga sehingga pencarian dilakukan hingga malam hari.
"Warga curiga karena menemukan ada motor tidak ada pengendaranya," katanya.