SURYA.co.id, SURABAYA - Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) asal Kenjeran Surabaya, Canoi, berhasil menembus pasar internasional melalui berbagai produk olahan lautnya.
UMKM yang dirintis Rachmawati Basuki itu kini telah memasarkan produknya ke sejumlah negara seperti Singapura, Malaysia, Maldives, hingga mulai menjajaki pasar Brunei Darussalam dan Qatar.
Keberhasilan tersebut berawal dari konsistensi mengikuti pembinaan UMKM dan business matching yang membuka peluang kerja sama dengan buyer luar negeri.
Baca juga: Festival Panganan Giri Biyen Dukung Pelestarian Budaya dan Penguatan UMKM Gresik
Owner Canoi, Rachmawati Basuki mengatakan produk mereka mulai masuk pasar Singapura sekitar dua tahun lalu, meski dalam jumlah terbatas.
Beberapa produk unggulannya adalah krispy teri, uang rebon krispy, kerupuk kepiting, kerupuk salmon, kerupuk kerang bambu dan kerupuk ikan cucut.
“Dulu kami mulai ekspor ke Singapura untuk produk crispy, sementara produk udang masuk Malaysia. Setelah ikut business matching mulai ada hasil,” kata Rachmawati kepada SURYA.co.id, Jumat (18/5/2026).
Menurutnya, pasar ekspor menjadi langkah penting untuk menjaga keberlanjutan produksi sekaligus memperluas pemberdayaan masyarakat sekitar.
Saat ini, Canoi juga mulai mendapatkan buyer dari Maldives.
Awalnya hanya dua varian produk yang dipasarkan, namun kini ada tambahan permintaan produk lainnya.
Selain itu, buyer dari Singapura kembali melakukan penjajakan kerja sama melalui pengiriman sampel produk.
Tak hanya negara tersebut, peluang ekspor juga datang dari Brunei Darussalam dan Qatar.
Sejumlah produk makanan instan disebut diminati pasar Brunei, meski masih terkendala sertifikasi halal yang harus menyesuaikan aturan negara tujuan.
Sementara untuk pasar Qatar, proses negosiasi masih berjalan sambil menunggu hasil uji nutrisi produk.
Rachmawati mengungkapkan, saat ini omzet usaha masih didominasi pasar lokal dengan pendapatan kotor sekitar Rp 25 juta hingga Rp 30 juta per bulan.
Dalam satu bulan, kapasitas produksi mencapai sekitar 4.500 pieces dari total 18 varian produk yang dimiliki.
Namun hanya tujuh hingga delapan varian yang menjadi produk unggulan.
Selain memperluas pasar ekspor, Canoi juga mulai menembus jaringan ritel modern.
Beberapa produknya telah masuk atau sedang berproses di sejumlah ritel seperti Enako, Transmart, Samudra, hingga Indomaret.
Menurut Rachmawati, masuk ke ritel modern membutuhkan proses panjang karena setiap produk harus melewati tahap kurasi ketat.
“Produk yang masuk ritel harus melalui seleksi. Pesertanya bisa puluhan sampai ratusan produk,” ujarnya.