Nenek NR Tewas Dipukul Batu Ulekan Wanita yang Bertamu ke Rumahnya, Emosi karena Ucapan
Robertus Didik Budiawan Cahyono May 11, 2026 05:19 PM

Tribunlampung.co.id, Sulawesi Barat - Nenek NR (65) meninggal dunia setelah dipukul oleh wanita yang bertamu ke rumahnya, MTH (39).

Ternyata MTH emosi setelah mendengar ucapan nenek NR yang membuatnya tersinggung sehingga kalap melakukan pembunuhan.

Nenek NR dibunuh oleh MTH pakai batu ulekan yang diambilnya dari dapur rumah korban.

Tak cuma sampai di situ, MTH berusaha menghilangkan jejak sesudah menghabisi nyawa nenek NR dengan melakukan pembakaran.

Korban ditinggalkan tergeletak dalam kamar, kemudian pelaku meninggalkan rumah itu dalam kondisi terkunci.

Peristiwa sadis tersebut terjadi di Majene, Sulawesi Barat pada Senin (11/5/2026).

Awalnya polisi mendatangi rumah korban karena menerima laporan kejadian kebakaran rumah.

Sementara korban ditemukan terbakar dalam rumah tersebut. Tapi polisi mendapat luka benda tumpul di bagian kepala korban yang menimbulkan kecurigaan.

Polisi yang menyelidiki kasus ini berhasil mengungkap jika korban NR dianiaya hingga meninggal dunia lalu rumahnya dibakar.

"Motifnya karena pelaku tersinggung, dengan ucapan korban, dibilangin selalu datang berutang," kata Kasatreskrim Polres Majene, AKP Fredy saat jumpa pers yang juga dihadiri Tribunsulbar.com.

Ditambahkan AKP Fredy, motif di balik kejadian ini karena pelaku tersinggung dengan ucapan korban.

Dia menceritakan, pada hari kejadian, pelaku MTH datang ke rumah korban untuk klarifikasi soal pinjaman uang. MTH berpesan kepada korban agar tidak cerita jika dirinya datang mau pinjam uang.

AKP Fredy menyebut pelaku dan korban sempat diskusi di ruang tamu hingga pelaku emosi.

"Karena korban berujar dengan suara keras, kamu selalu ke sini mau berutang padahal kita tidak saling kenal," ungkapnya.

Pelaku yang tersulut emosi lalu ke dapur dan mengambil batu ulekan, hingga menganiaya korban.

Korban NR mendapat hantaman batu ulekan pada bagian kepala, dan sempat teriak minta pertolongan.

Pelaku kembali memukul kepala korban hingga tewas, lalu membiarkannya terbaring di dalam kamar.

"Pelaku panik lalu masuk ke dapur membakar tissu yang kemudian diletakkan dalam kamar bersama pakaian daster," lanjut AKP Fredy.

Pelaku lalu meninggalkan rumah dengan mengunci, kunci itu sempat pula dibuang pelaku ke semak-semak.

Polisi menyelidiki kasus ini berhasil menangkap pelaku, serta mengamankan sejumlah barang bukti. Seperti batu ulekan, jam tangan, sepeda motor, handphone dan pakaian dres warna hitam.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.