Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Nur Ika Anisa
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kolaborasi kuliner The People’s Cafe dan merk oleh-oleh terkenal di Surabaya, Bu Rudy, menghadirkan tiga menu spesial yang hadir di seluruh gerai The People’s Cafe.
Melalui kolaborasi ini, restoran tersebut menghadirkan beberapa menu seperti nasi lidah komplit, nasi cumi hitam, dan nasi sate kelapa.
Brand Marketing Manager Yhe People’s Cafe Nuranti Dwiyana Putri mengatakan, Bu Rudy sebagai ikon kuliner Indonesia dengan sambalnya yang terkenal di masyarakat.
Oleh karenanya, makanan lokal sebagai ‘comfort food’ diharapkan bisa menjadi pilihan penyuka kuliner.
“Kami menggabungkan apa yang masyarakat Indonesia tahu. Sate makanan comfort di Indonesia tapi sate kelapa secara awareness belum terlalu besar dengan yang lain,” sebut Brand Marketing Manager The People’s Cafe Nuranti Dwiyana Putri kepada Tribun Jatim di Pakuwon Mall, Jumat (8/5/2026).
Ia menyebut, pengembangan kolaborasi ini dilakukan melalui proses yang cukup detail, untuk memastikan setiap elemen tetap terasa seimbang.
Baca juga: Gebrakan Baru Bu Rudy, Luncurkan Tiga Aplikasi Digital, Siap Perluas Pasar Nasional
Tidak saling mengalahkan, tetapi justru saling melengkapi dalam satu pengalaman makan yang utuh.
“Menu kolaborasi ini juga dapat dinikmati di seluruh gerai The People’s Cafe, yang saat ini telah hadir di 63 lokasi di berbagai kota di Indonesia,” sebutnya.
Nasi Lidah Komplit hadir dengan potongan lidah sapi berbumbu yang empuk, dipadukan dengan serundeng gurih yang memberikan tekstur dan aroma khas, serta dilengkapi dengan oseng soun, lalapan, udang crispy, dan sambal bawang Bu Rudy.
“Kami ingin menciptakan kombinasi rasa yang kaya namun tetap terasa familiar,” ucap Ranti.
Sementara itu, Nasi Cumi Hitam menawarkan karakter rasa yang lebih bold, dengan cumi hitam khas Madura yang dimasak dalam bumbu hitam pekat dan kaya, serta dilengkapi oseng soun, udang crispy dam tentunya sambal bawang bu Rudy.
Menghadirkan kedalaman rasa yang kuat namun tetap seimbang saat dinikmati bersama nasi hangat.
Untuk pilihan lainnya, Nasi Sate Kelapa menghadirkan sate ayam dengan balutan kepala parut berbumbu yang khas, ddipadukan dengan bumbu kacang yang gurih serta dilengkapi dengan acar dan sambal bawang Bu Rudy.
Tersedia dalam pilihan ala carte maupun komplit dengan nasi, memberikan sentuhan gurih dan sedikit manis yang membuatnya terasa berbeda namun tetap dekat di lidah.
Konsumen saat ini juga semakin eksploratif, tidak hanya mencari rasa yang enak, tetapi juga cerita di balik sebuah hidangan—mulai dari asal-usul hingga karakter yang dibawanya.
Hal ini membuat makanan lokal semakin relevan, terutama ketika dihadirkan dengan pendekatan yang lebih modern dan accessible.
“Bagi kami, yang menarik dari kolaborasi ini adalah bagaimana sesuatu yang sudah dikenal bisa dihadirkan kembali dengan cara yang terasa lebih dekat dengan keseharian sekarang. Tidak mengubah esensinya, tapi menyesuaikan bagaimana orang menikmatinya hari ini, ” ujar Cendyarani, President Director ISMAYA Group.
Ia menambahkan bahwa pendekatan ini menjadi bagian dari cara The People’s Cafe melihat perkembangan selera masyarakat, terutama generasi muda yang kini semakin terbuka untuk menikmati makanan lokal dengan cara yang lebih kasual dan relevan dengan gaya hidup mereka.
Menurutnya, rasa yang familiar tetap memiliki tempat yang kuat, namun cara penyajiannya perlu terus berkembang agar tetap terasa dekat dan mudah dinikmati dalam berbagai momen.
Bagi The People’s Cafe, comfort food tidak hanya tentang rasa yang sederhana dan familiar, tetapi juga tentang koneksi emosional—makanan yang mengingatkan pada momen, kebiasaan, dan pengalaman yang dekat dengan keseharian.
Kolaborasi ini juga membuka ruang bagi Bu Rudy untuk hadir dalam format yang lebih luas, tidak hanya dikenal sebagai oleh-oleh khas Surabaya, tetapi juga sebagai bagian dari pengalaman makan di berbagai kota.
Meski Bu Rudy telah lama menghadirkan hidangan di Surabaya, kolaborasi ini menjadi cara untuk membawa cita rasa yang sudah dikenal tersebut ke audience yang lebih luas, melalui pendekatan yang lebih accessible.
Dengan tetap menjaga konsistensi dari sisi rasa dan kualitas, kolaborasi ini memungkinkan lebih banyak orang untuk menikmati karakter khas Bu Rudy dalam konteks yang berbeda, tanpa kehilangan identitas yang sudah dibangun selama ini.
“Bagi saya, yang terpenting bagaimana rasa yang sudah dikenal bisa tetap dinikmati yang konsisten. Kolaborasi ini menjadi kesempatan untuk membawa cita rasa khas yang sudah jaga selama ini ke lebih banyak orang, tanpa mengubah apa yang menjadi karakter utamanya,” ungkap Lanny Siswadi, pemilik Bu Rudy.
Di tengah banyaknya pilihan dan tren yang terus berubah, kolaborasi ini menunjukkan bahwa relevansi tidak selalu datang dari hal yang sepenuhnya baru.
Kadang, justru dari bagaimana sesuatu yang sudah ada bisa terus menemukan cara untuk tetap dekat, mengikuti ritme, tanpa kehilangan akar.
Di tengah banyaknya inovasi dan tren baru di industri F&B, menjaga rasa dan identitas kuliner lokal tetap menjadi hal yang penting.
Kolaborasi seperti ini dinilai menjadi salah satu cara untuk tetap relevan, tanpa meninggalkan akar budaya yang sudah ada.
“Kami ingin mengenalkan menu-menu Khas Jawa Timur ini, di seluruh The People’s Cafe yang ada di Indonesia,” tutupnya.