Pekerja Subkon Tewas Ditabrak Forklift di PT ASL Batam, Kapolresta Barelang: Belum Ada Tersangka
Septyan Mulia Rohman May 11, 2026 07:07 PM


TRIBUNBATAM.id, BATAM
- Polisi masih terus mendalami kasus kecelakaan kerja di Batam yang menewaskan seorang pekerja subkontraktor bernama Dame Lumban Tobing (DLT) di kawasan PT ASL Shipyard Indonesia, Jalan Brigjen Katamso, Kelurahan Tanjunguncang, Kecamatan Batuaji, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Hingga saat ini, penyidik belum menetapkan tersangka dalam lakakerja di Batam tersebut.

Kapolresta Barelang, Kombes Pol Anggoro Wicaksono, S.H., S.I.K., M.H mengatakan, proses penyelidikan masih terus berjalan.

Menurutnya, sejumlah tahapan penyelidikan telah dilakukan penyidik, mulai dari pemeriksaan saksi hingga olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Untuk kasus tersebut penyelidikan kecelakaan kerja di PT ASL masih terus berjalan," ujar Anggoro, Senin (11/5/2026).

Meski keterangan dari sejumlah saksi telah dilakukan, polisi belum menetapkan tersangka.

"Belum ada penetapan tersangka, namun sejumlah proses penyelidikan sudah berjalan dengan baik," sambungnya.

Selain pemeriksaan saksi dan olah TKP, polisi juga memonitoring terhadap pemberian santunan kepada keluarga korban.

"Ini masih terus kami tangani. Mulai pemeriksaan saksi, olah TKP dan lain sebagainya," katanya.

Sebelumnya, polisi telah memeriksa setidaknya 6 orang pekerja dalam indisiden kecelakaan kerja di Batam yang terjadi pada Sabtu (25/4/2026) siang.

Kejadian tersebut menewaskan seorang pria bernama Dame Lumban Tobing,

Ia merupakan pekerja subkontraktor PT SC atau Sinar Cendana meninggal dunia usai diduga tertabrak forklift bermuatan tabung oksigen dari arah belakang di area kerja.

Sementara operator forklift berinisial DI diketahui berasal dari subkontraktor PT LA.

Kasus tersebut saat ini masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian. (TribunBatam.id/Ucik Suwaibah)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.