LaSEF 2026 Resmi Ditutup, Komitmen Pembiayaan Capai Rp 230 Miliar
Daniel Tri Hardanto May 11, 2026 05:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menutup kegiatan Lampung Sharia Economic Festival (LaSEF) Road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Sumatera 2026 yang digelar Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Lampung di Lampung City Mall, Bandar Lampung, Minggu (10/5/2026).

LaSEF 2026 berlangsung selama tiga hari, yakni 8-10 Mei 2026.

Kegiatan ini menjadi upaya Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Lampung dan para pemangku kepentingan dalam mendorong pengembangan UMKM, memperluas halal lifestyle, serta memperkuat ekonomi dan keuangan syariah di Lampung.

Mengusung tema “Ekonomi dan Keuangan Syariah yang Inklusif dan Berkelanjutan di Provinsi Lampung”, LaSEF 2026 menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari pameran UMKM, bazar kuliner halal, business matching pembiayaan syariah, hingga promosi produk unggulan lokal Lampung.

Dalam sambutannya, Gubernur Mirza mengapresiasi Bank Indonesia Provinsi Lampung yang kembali sukses menyelenggarakan LaSEF pada tahun ini.

Menurutnya, pelaksanaan LaSEF menunjukkan ekonomi syariah terus tumbuh dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat maupun pelaku usaha.

“Tadi telah kita saksikan bagaimana ekonomi syariah hadir dan tumbuh secara nyata di tengah masyarakat melalui berbagai rangkaian kegiatan yang inspiratif dan penuh manfaat,” ujarnya.

Mirza mengatakan, ekonomi syariah memiliki potensi besar untuk terus berkembang di Provinsi Lampung, seiring pertumbuhan sektor pertanian, perkebunan, peternakan, hingga UMKM yang erat kaitannya dengan ekosistem ekonomi syariah.

Ia menilai keterlibatan puluhan UMKM dalam Halal Mart menjadi bukti besarnya potensi produk lokal Lampung, mulai dari kuliner, produk olahan, kopi khas Lampung, hingga wastra lokal yang dinilai mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

“Dengan didukung kekuatan sektor pertanian, UMKM, industri halal, pondok pesantren, serta potensi zakat dan wakaf produktif yang terus berkembang, ekonomi syariah akan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di Provinsi Lampung,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Bimo Epyanto mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Lampung, asosiasi pelaku usaha, pondok pesantren, lembaga keuangan, dan para UMKM dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Lampung.

Menurut Bimo, selama tiga hari pelaksanaan kegiatan, antusiasme masyarakat terlihat tinggi melalui partisipasi pada pameran UMKM, bazar kuliner halal, hingga promosi produk unggulan lokal seperti kopi dan keripik khas Lampung.

Ia menambahkan, melalui sinergi bersama OJK Provinsi Lampung dan lembaga keuangan syariah, kegiatan business matching pembiayaan dalam LaSEF 2026 berhasil mencatat komitmen pembiayaan sekitar Rp 230 miliar.

“Komitmen pembiayaan tersebut melibatkan 15 lembaga keuangan dan 9.873 UMKM,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Lampung bersama Bank Indonesia berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus diperkuat guna mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang lebih maju, inklusif, dan berkelanjutan di Provinsi Lampung.

(Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.