Trump Tolak Proposal Damai Iran, Tanda Perang AS-Israel Lawan Iran Kembali Menyala
Hasiolan Eko P Gultom May 11, 2026 05:38 PM

Trump Tolak Proposal Damai Iran, Tanda Perang AS-Israel Lawan Iran Kembali Menyala

 

TRIBUNNEWS.COM - Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali meningkat setelah Presiden AS, Donald Trump menolak proposal terbaru Iran terkait penghentian konflik di kawasan Teluk.

Penolakan tersebut memicu kekhawatiran baru akan potensi eskalasi militer di Timur Tengah, khususnya di sekitar Selat Hormuz.

Di sisi lain, Israel terus mengipasi konflik yang sempat mereda dengan menyebut kalau perang melawan Iran belum berakhir.

Melalui platform Truth Social pada Minggu (10/5), Trump menyebut proposal balasan dari Teheran sebagai sesuatu yang “sepenuhnya tidak dapat diterima”.

Baca juga: Detail Rinci Pangkalan Rahasia Israel di Gurun Irak: Unit Komando Siaga Serang Iran

Di sisi lain, Presiden Iran Masoud Pezeshkian memperingatkan negaranya siap membalas jika terjadi serangan baru dari AS.

Iran juga menolak peningkatan kehadiran kapal perang asing di Selat Hormuz, jalur strategis pengiriman minyak dunia.

Sikap Trump turut bertolak belakang dengan pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang menegaskan bahwa konflik belum berakhir.

Dalam wawancara dengan program “60 Minutes” CBS News, Netanyahu mengatakan masih ada sejumlah target terkait program nuklir Iran yang belum diselesaikan.

“Masih ada material nuklir, uranium yang diperkaya yang harus dipindahkan dari Iran,” ujar Netanyahu.

Ia menambahkan fasilitas pengayaan uranium Iran masih perlu dibongkar, termasuk kemampuan produksi rudal balistik dan dukungan Teheran terhadap kelompok proksi di kawasan.

Sebelumnya, Washington mengirim proposal berisi 14 poin kepada Iran. Dalam proposal itu, Teheran diminta menghentikan seluruh pengayaan uranium selama minimal 12 tahun dan menyerahkan sekitar 440 kilogram uranium yang telah diperkaya hingga 60 persen.

Sebagai imbalan, AS disebut menawarkan pelonggaran sanksi secara bertahap, pencairan aset Iran yang dibekukan, serta penghentian blokade laut terhadap pelabuhan Iran.

Namun Iran memiliki proposal berbeda. Pada April lalu, Teheran melalui Pakistan mengajukan rencana tiga tahap yang menitikberatkan pada penghentian perang, pencabutan blokade laut AS, serta pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz sebelum negosiasi nuklir dilanjutkan.

Hingga kini, belum ada tanda-tanda kedua pihak mendekati titik kompromi, sementara ketegangan di kawasan Teluk terus menjadi perhatian dunia internasional.



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.