Atlet eFootball Kalsel Gegerkan Indonesia Cup 2026, Reza Tembus Final hingga Jadi Runner Up Nasional
Ratino Taufik May 11, 2026 05:52 PM

BANJARMASINPOST CO.ID, BANJARBARU - Perjalanan atlet esports Kalimantan Selatan di Indonesia Cup eFootball Mobile Championship 2026 menjadi salah satu cerita menarik pada event nasional, Senin (11/5/2026). 

Dari lebih dari seribu peserta yang mengikuti babak kualifikasi, enam wakil Banua sukses menembus panggung utama yang digelar di Atrium Circle Summarecon Mall Serpong, Tangerang, 9-10 Mei 2026.

Kontingen Banua eFootball Mobile x Seribu Sungai Club diperkuat Jumaidi, Rasyad alias Asit, Muamara Reza, Hafiz, Farros, serta Idris Jian yang bertugas sebagai coach. 

Nama Muamara Reza menjadi sorotan terbesar. Atlet asal Kalsel itu berhasil menembus grand final side event 1 vs 1 Mobile Open dan finis sebagai runner up nasional usai dikalahkan atlet asal Purwakarta, Wie Sukmayasa, dengan skor 2-0.

Capaian tersebut menjadi prestasi terbaik atlet eFootball Kalsel di level nasional sejauh ini.

Namun perjalanan menuju final tidak berlangsung mudah. Sejak fase grup main event, skuad Banua sudah dihadapkan dengan tantangan berat. 

Hafiz misalnya, harus masuk grup neraka bersama dua pemain timnas eFootball Mobile Indonesia, Bagas Setiawan dan Aljangies.

Tak banyak yang memprediksi Hafiz mampu lolos. Namun atlet Banua itu justru tampil mengejutkan dan berhasil melewati fase grup.

Baca juga: Solar Sulit Didapat dan Harga Melambung, Tarif Penggilingan Padi di Kotabaru Terkerek Naik

Kejutan lain datang dari Rasyad alias Asit. Ia sukses menumbangkan Phillip Franc dari ONIC Esports yang merupakan juara bertahan musim lalu.

Kemenangan itu langsung menjadi perhatian karena menunjukkan kualitas atlet esports Kalsel.

Meski akhirnya langkah Asit harus terhenti di babak 64 besar setelah dikalahkan pemain timnas Indonesia, Aljangies.

Sementara itu, Farros yang menjadi atlet termuda dalam skuad juga mencuri perhatian. 

Di usia 18 tahun, ia mampu menembus main event nasional setelah bersaing dengan lebih dari seribu peserta di babak kualifikasi.

Kehadiran Farros dianggap menjadi sinyal positif regenerasi atlet esports di Kalimantan Selatan berjalan dengan baik.

Di fase gugur main event, perjalanan atlet Banua berlangsung dramatis. Farros harus gugur di babak 128 besar. 

Hafiz kemudian disingkirkan Robbert, pemain Fornas Jawa Tengah, yang juga menghentikan langkah Reza.

Asit, Hafiz, dan Rasyad terhenti di babak 64 besar, sedangkan Jumaidi mampu melangkah hingga babak 32 besar.

Perjuangan Banua kemudian berlanjut di side event 1 vs 1 Mobile Open. Di sinilah cerita besar Reza dimulai.

Farros dan Jumaidi harus tersingkir di babak 128 besar, sedangkan Hafiz berhenti di babak 32 besar. 

Drama sesama atlet Banua terjadi saat babak 16 besar mempertemukan Reza dengan Asit.

Duel sesama rekan setim itu akhirnya dimenangkan Reza untuk memastikan tiket ke perempat final.

Setelah itu, Reza terus melaju hingga mencapai partai puncak. Meski gagal menjadi juara, pencapaiannya dianggap sebagai tonggak baru perkembangan esports Kalsel.

“Alhamdulillah bisa sampai final. Memang di final saya belum bisa menang, tapi ini jadi motivasi saya untuk terus belajar dan berkembang. Semoga ke depan bisa lebih baik lagi dan membawa nama Kalsel lebih tinggi,” ujarnya. (Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Andra Ramadhan)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.