Renungan Harian Kristen 12 Mei 2026 - Pembaharuan Perjanjian
Suci Rahayu PK May 11, 2026 06:11 PM

Renungan Harian Kristen 12 Mei 2026 - Pembaharuan Perjanjian

Bacaan ayat: Yehezkiel 36:22 (TB)  Oleh karena itu katakanlah kepada kaum Israel: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Bukan karena kamu Aku bertindak, hai kaum Israel, tetapi karena nama-Ku yang kudus yang kamu najiskan di tengah bangsa-bangsa di mana kamu datang.

Oleh Pdt Feri Nugroho

 

Percaya kepada Allah yang hidup itu penuh konsekuensi logis. Karena Ia itu hidup maka Ia juga berkarya dalam kehidupan.

Dalam hal ini segala yang Ia karyakan akan hidup dalam ketaatan kepada-Nya. Sayangnya manusia memberontak dan tidak taat. Akibatnya merusak segala tatanan baik yang telah Allah rancang. 

Bersyukurlah, jika Allah tidak trauma. Meskipun telah dikhianati, Allah tetap merancang penyelamatan. Untuk kesekian kalinya, Allah harus kecewa.

Setiap kali ia melakukan tindakan penyelamatan, untuk kesekiankalinya pula Allah harus berhadapan dengan pengkhianatan. Dan setiap kali Allah dikhianati, Allah selalu memperbaharui perjanjian. Ia terus berinisiatif untuk menyelamatkan. 

Penyelamatan Allah memang kompleks. Ia hadir dalam sejarah dengan menciptakan sebuah kelompok dimana karya penyelamatan itu berkelanjutan.

Bermula pada panggilan personal, meluas kepada keluarga, hingga akhirnya tercipta sebuah bangsa.

Didalam sejarahnya, kelompok ini dikhususkan, sebagai penanda yang valid bahwa Allah itu konsisten.

Sudah seharusnya konsistensi Allah dalam berkarya dapat disaksikan dan ditemukan oleh setiap generasi, sehingga mereka bisa diyakinkan bahwa Allah tidak pernah berubah dalam setiap karya-karya-Nya. 

Nubuat dan penggenapan menjadi dua sisi dari satu mata uang: saling meneguhkan, menguatkan dan mengkonfirmasi. 

Dalam satu babak cerita, Allah kembali memperbaharui perjanjian.

 Peristiwa kehancuran bangsa buatan Allah dalam peristiwa pembuangan, menjadi bentuk murka yang menyala, ketika untuk kesekian kalinya mereka berkhianat. Dan untuk kesekiankalinya pula Allah memperbaharui ikatan perjanjian.

 Menarik bahwa motifnya ialah kekudusan nama-Nya yang dinajiskan.

 "Oleh karena itu katakanlah kepada kaum Israel: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Bukan karena kamu Aku bertindak, hai kaum Israel, tetapi karena nama-Ku yang kudus yang kamu najiskan di tengah bangsa-bangsa di mana kamu datang."

Itu berarti, jika Ia bertindak kembali memperbaharui perjanjian penyelamatan, itu adalah anugerah dari Tuhan. 

Dalam hal ini sama sekali tidak ada sumbangsih manusia untuk karya penyelamatan; murni karena kasih karunia dari Tuhan. 
Kali ini tidak main-main, bahkan berdimensi nubuat untuk masa depan: hati yang baru, roh yang baru, Roh yang berdiam dalam kamu!

Bahkan dampaknya terlihat dalam pembaharuan kehidupan yaitu mengenal Allah dengan benar, taat kepada aturan, pengudusan kehidupan. 

Semua itu pada akhirnya berpuncak hidup sebagai umat-Nya dan Allah sebagai Allah nya. 

Hari ini pembaharuan telah nyata dalam Yesus Kristus. Roh Kudus telah dicurahkan pada setiap orang percaya.

Tidak ada alasan untuk kembali berkhianat, meskipun kemungkinannya akan tetap ada. Hiduplah dalam kebenaran; bukan dalam standar diri sendiri, namun dalam standar Allah. Amin

    Renungan Kristen oleh Pdt Feri Nugroho, GKSBS Siloam Palembang

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.