Kondisi Dermaga Pulau Karampuang Memprihatinkan dan Dikeluhkan Pengunjung, Atap Bolong
Nurhadi Hasbi May 11, 2026 06:47 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU – Kondisi infrastruktur di objek wisata unggulan Sulawesi Barat, Pulau Karampuang, Kabupaten Mamuju, kini memprihatinkan.

Dermaga kayu yang menjadi pintu masuk utama sekaligus ikon bagi wisatawan yang berkunjung tampak mengalami kerusakan cukup parah di berbagai titik.

Berdasarkan pantauan di lokasi, Minggu (10/5/2026), bagian atap pelindung dermaga yang membentang ke arah laut terlihat banyak yang hilang dan rusak.

Baca juga: 37 CPNS di Pasangkayu Resmi Terima SK PNS, Ini Daftar Nama dan Instansinya

Baca juga: Usai Videonya Viral Curi Biji Kakao, Pemuda di Polman Menyerahkan Diri ke Polisi

Kerangka kayu penopang atap terbuka tanpa penutup, sehingga pengunjung yang melintas tidak lagi terlindungi dari terik matahari maupun hujan.

Tidak hanya bagian atap, beberapa struktur kayu pada pagar pembatas dermaga juga mulai tampak kusam dan lapuk dimakan usia.

Kondisi ini dinilai mengurangi estetika serta kenyamanan wisatawan yang kerap menjadikan dermaga tersebut sebagai spot berswafoto.

Pengunjung dan Pelaku Wisata Harap Perbaikan Dermaga

Sejumlah pengunjung yang baru saja turun dari kapal penyeberangan menyayangkan kondisi tersebut.

Menurut mereka, sebagai destinasi wisata yang jaraknya sangat dekat dengan pusat Kota Mamuju, seharusnya fasilitas dasar seperti dermaga mendapatkan perawatan rutin.

“Sayang sekali, padahal pemandangannya sangat bagus. Tapi pas jalan di dermaga, atapnya sudah banyak yang copot. Kalau hujan, kami terpaksa lari-larian karena tidak ada tempat berteduh di sepanjang jembatan dermaga ini,” ujar salah satu pengunjung yang tengah berkunjung bersama keluarganya, Rivaldi.

Kerusakan fasilitas ini tidak hanya berdampak pada kenyamanan wisatawan, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran bagi para pelaku usaha penyeberangan.

Rahim, seorang sopir taksi kapal yang setiap hari melayani rute penyeberangan dari pelabuhan di Mamuju ke Pulau Karampuang, mengungkapkan kondisi dermaga yang rusak dapat menurunkan minat wisatawan untuk kembali berkunjung.

“Kami sangat berharap ada perhatian dari pemerintah daerah untuk segera memperbaiki dermaga ini. Ini adalah gerbang utama wisatawan datang,” kata Rahim kepada wartawan.

Menurut Rahim, kelancaran ekonomi masyarakat lokal yang menggantungkan hidup dari sektor wisata sangat bergantung pada jumlah kunjungan orang ke pulau tersebut.

“Kalau dermaganya bagus, pengunjung pasti senang dan akan terus ramai berwisata ke sini. Jika dibiarkan rusak terus, kami khawatir orang-orang jadi malas datang, dan itu tentu berdampak pada pendapatan kami sebagai sopir kapal penyeberangan,” pungkasnya. (*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Suandi

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.