BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Keberadaan pengrajin kapal tradisional di kawasan Bangka Kota, Kabupaten Bangka Selatan, kini disebut-sebut hampir punah.
Bengkel-bengkel pembuatan kapal yang dahulu hidup perlahan menghilang. Generasi muda tidak lagi tertarik meneruskan profesi ini.
Pj Kepala Desa (Kades) Bangka Kota, Suhar menyebutkan, saat ini jumlah pembuat kapal kayu di daerahnya memang sudah sangat berkurang, sehingga bisa dihitung dengan jari.
"Pengrajin kapal di desa Bangka Kota dahulunya memang banyak. Kalau saat ini kurang lebih di bawah 10 orang pengrajin kapal," ujar Suhar saat ditemui Bangkapos.com, Senin (11/5/2026).
Menurutnya, permasalahan mengenai ketersediaan bahan kayu berkualitas yang semakin sulit dan biaya produksi meningkat membuat pekerjaan ini tidak lagi diminati.
"Jadi generasi muda sekarang tidak berminat ke arah situ. Saat ini pengrajin kapal pun yang ada pakan generasi-generasi sebelumnya," imbuhnya.
Dikatakan Suhar, kondisi itu sangat jauh berbeda jika dibandingkan masa kejayaan kapal kayu dari Desa Bangka Kota yang banyak dipesan oleh pembeli dari berbagai daerah.
"Untuk pengrajin kapal ataupun Perahu dulunya memang sempat besar bahkan sempat melayani untuk pembuatan kapal ukuran besar. Namun sekarang hanya untuk kapal-kapal kecil, bahkan dahulu untuk kapal barang berukuran besar disini juga memiliki docking," sebutnya.
Ia menerangkan, meski memiliki sejumlah keterbatasan pemerintah desa berusaha melestarikan pembuatan kapal tersebut agar bisa bertahan di tengah zaman.
Salah satunya yakni melalui rencana pelaksanaan pelatihan bagi anak-anak muda di Desa Bangka Kota mengenai tata cara membuat perahu tersebut.
"Ke depan mungkin kita akan melakukan pelatihan, bersama BLK maupun perindustrian. Kita kirim warga kita untuk belajar, agar bisa mempertahankan atau meregenerasi pengrajin kapal ini," pungkasnya.
(Bangkapos.com/Rifqi Nugroho)