Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Setelah pikap 4x4, kini giliran truk yang didistribusikan ke Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Untuk tahap pertama ini, ada 24 unit truk yang dibagikan.
Sebagian truk berwarna putih itu telah diterima KDKMP.
Di Kecamatan Boyolali, KDKMP yang sudah menerima truk ini antara lain Desa Winong, Kiringan, Penggung, dan Karanggeneng.
Sedangkan untuk Kecamatan Mojosongo, antara lain Desa Manggis, Karangnongko, Kragilan, dan Butuh.
Selain itu, truk KDKMP juga sudah diterima Desa Sudimoro, Kecamatan Teras, dan Desa Trayu, Kecamatan Banyudono.
Selain 10 unit itu, di Makodim 0724/Boyolali masih terparkir 14 unit truk.
Belasan truk itu diperuntukkan bagi KDKMP Pelem dan Bendungan, Kecamatan Simo; Seboto, Kecamatan Cepogo; Guwo, Kecamatan Wonosegoro; serta Karanggatak dan Sangge, Kecamatan Klego.
Selain itu juga untuk Desa Singosari dan Tambak, Kecamatan Mojosongo; Karangkepoh dan Klari, Kecamatan Karanggede; Guli, Kecamatan Nogosari; serta Dragan, Kecamatan Tamansari.
Selain penyerahan truk, Kodim Boyolali bersama PT Agrinas menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Koperasi Desa Merah Putih bagi para karyawan dan pengelola koperasi desa, Senin (11/5/2026).
Pasiter Kodim 0724/Boyolali Kapten Inf Nasoha menyampaikan bahwa kegiatan Bimtek ini bertujuan memberikan pemahaman serta keterampilan dalam pembentukan dan pengelolaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes).
Sebanyak 990 peserta dari berbagai daerah di Jawa Tengah mengikuti kegiatan Bimtek yang dibagi di 10 titik lokasi KDKMP, di antaranya Desa Kiringan, Winong, Penggung, Karanggeneng, Manggis, Karangnongko, Butuh, Sudimoro, Kragilan, hingga Trayu.
Baca juga: Bak Showroom, Ini Penampakan Mobil Impor Asal India untuk KDMP di Karanganyar
Para peserta mendapatkan pembekalan terkait manajemen koperasi modern, pengelolaan usaha, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia koperasi.
“Koperasi yang kuat dimulai dari sumber daya manusia yang kompeten. Melalui program pelatihan Kopdes ini, kami membantu koperasi desa membangun tim pengurus, pengawas, dan pengelola unit usaha yang profesional, transparan, dan siap menghadapi tantangan era digital,” ujarnya.
Pelatihan ini dirancang secara praktis dan aplikatif sesuai kebutuhan koperasi di lapangan. (*)