TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau melalui Wakil Bupati Jakaria menegaskan komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui jalur pembinaan keagamaan yang berkelanjutan.
Ini merupakan bagian dari upaya besar Pemkab Malinau untuk memastikan regenerasi prestasi di Bumi Intimung tidak terhenti pada ajang seremonial tahunan semata.
Pemkab Malinau memandang penguasaan ilmu agama dan pembentukan karakter akhlak mulia merupakan fondasi utama dalam membangun daerah yang harmonis serta sejahtera.
Wakil Bupati Malinau, Jakaria kembali menekankan pentingnya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Unggul dalam Penutupan MTQ 22 tingkat kabupaten, pada Minggu, 10 Mei 2026.
Dia menyampaikan Pemkab Malinau memiliki mayoritas program yang berorientasi pada semangat meningkatkan kualitas SDM. Mulai dari Desa Sarjana Unggul, Milenial Mandiri, Pertanian Sehat, Wajib Belajar Malinau Maju dan Smart Government bermuara pada peningkatan SDM.
Selain itu, Pemkab Malinau juga menyatakan dukungan penuh dari sisi anggaran untuk mendatangkan tenaga ahli atau pelatih tingkat nasional guna mengasah kemampuan anak-anak asli daerah.
Jakaria mengungkapkan sinergi antara komunitas dan lembaga pendidikan keagamaan harus diperkuat agar pembinaan dapat dilakukan secara rutin dan profesional.
Baca juga: Tingkatkan Kualitas SDM Religius, Wabup Jakaria Tutup MTQ ke-22 Malinau
"Saya berharap pembinaan para qori dan qoriah Kabupaten Malinau melalui pondok pesantren dan tempat pengajian dilakukan secara kontinu, karena kita ingin anak Malinau sendiri yang dibina dengan pelatih terbaik," ujar Jakaria.
Selain berorientasi pada prestasi, program ini juga ditujukan untuk menyiapkan mentalitas generasi muda Malinau agar mampu bersaing secara sehat di tingkat provinsi maupun nasional.
Wabup Jakaria menekankan investasi pada SDM adalah solusi jangka panjang untuk mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat Malinau di masa depan.
"Kita lebih baik membayar pelatih nasional untuk mendatangkan ilmunya ke sini daripada kita mengambil atlet dari luar, karena fokus kita adalah pengembangan sumber daya manusia lokal secara maksimal," bebernya.
Penutupan rangkaian kegiatan tingkat kabupaten ini diharapkan menjadi titik awal bagi persiapan matang Kabupaten Malinau sebagai tuan rumah ajang keagamaan tingkat Provinsi Kalimantan Utara mendatang.
(adv)
Penulis : Mohammad Supri