TRIBUNMANADO.CO.ID - Seratusan wartawan dari berbagai organisasi dan pos liputan menggeruduk Polda Sulut, Jalan Bethesda No.62, Kelurahan Sario, Kecamatan Sario, Kota Manado,Sulawesi Utara, Senin (11/5/2026).
Mereka menuntut agar Polda Sulut mengusut tuntas kasus dugaan kekerasan terhadap wartawan bernama Jack Latjandu oleh Recky Montong.
Perwakilan wartawan yang terpantau hadir adalah dari PWI, Aliansi Pers Manado (APM), wartawan Deprov dan wartawan yang biasa posko liputan di Polda Sulut.
Ada pula wartawan dari biro Kabupaten Minahasa Utara, Kota Bitung dan Kabupaten Minahasa.
Amatan Tribunmanado.com, demo sempat memanas.
Permintaan wartawan untuk bertemu Kapolda Sulut Irjen Pol Dr Roycke Harry Langie enggan dikabulkan.
Saling dorong sempat terjadi.
Aksi kian panas setelah sejumlah wartawan memblokir jalan depan Mapolda Sulut.
Di sana perwakilan wartawan bergantian melakukan orasi.
Pada akhirnya wartawan diizinkan masuk dan bertemu kapolda.
Pertemuan dengan Kapolda Sulut Irjen Pol Roicke Langie berlangsung di lobi kantor Polda Sulut.
Perwakilan wartawan kembali berorasi.
Setelah itu menyerahkan enam tuntutan wartawan pada Kapolda.
Korlap Aldy Pascoal mengatakan, aksi mereka murni merupakan keprihatinan terhadap dugaan kekerasan pada wartawan Jack.
"Ini merupakan sebuah pelanggaran terhadap kebebasan pers yang dijamin undang undang," kata dia.
Sebut dia, kekerasan tersebut sudah dilaporkan ke Polda Sulut. Mereka minta Polda mengusut tuntas kasus itu.
"Kami minta usut tuntas," kata dia.
Ia mengungkap, aksi tersebut bersifat spontanitas. Wartawan yang ikut serta berasal dari Manado dan berbagai daerah.
"Ini aksi spontan sebagai bentuk solidaritas kami sesama insan pers, tak ada yang menunggangi," katanya.
Recky Montong dilaporkan ke polisi dengan tuduhan memukul kamera milik Jack Latjandu, wartawan Sulut Times.
Insiden itu berawal dari pemeriksaan Recky di Polda Sulut, Senin (27/4/2026).
Recky diperiksa terkait kasus dugaan penggelapan dana GMIM yang sedang diusut polisi.
Jack menuturkan, peristiwa terjadi saat Recky Montong baru keluar dari ruang pemeriksaan Kamneg Ditreskrimum Polda Sulut.
Jack yang memantau pemeriksaan di ruangan tersebut sejak siang, langsung mengejar Recky Montong untuk wawancara.
"Saya mengangkat kamera untuk mewawancarai, tapi dia memukul kamera saya hingga jatuh, bahkan saya juga sempat jatuh," kata Jack seusai mengadukan kasus ini ke polisi.
Ungkap Jack, pemukulan kamera itu berlangsung hingga dua kali.
Kendati begitu, Jack terus berupaya mencari konfirmasi atas pemeriksaan terhadap Recky Montong.
Ia menyesalkan perbuatan dari Recky Montong.
"Sangat tidak layak bertingkah demikian. Jika tidak mau diwawancarai jalan terus saja. Jangan seenaknya memukul saya dan kamera saya. Sampai saya terjatuh," kata Jack.
Menurut Jack, dirinya hanya menjalankan tugas sebagai jurnalis untuk melakukan wawancara.
Menanggapi hal itu, Recky Montong memberikan klarifikasi.
Kepada tim TribunManado, ia membantah tudingan tersebut.
"Tidak seperti itu," jawab Recky Montong saat dikonfirmasi via WA, Selasa (28/4/2026) lalu.
Recky Montong bercerita, begitu keluar dari ruang pemeriksaan, langsung ditanyai oleh Jack.
Saat itu ia menjawab no comment. Namun, Jack terus memburu.
"Yang saya tahu wartawan ini melangkah di kanan saya dan dia maju agak ke depan. Sedang saya membalikkan badan," katanya.
Ia memperkirakan saat itulah terjadi insiden tersebut.
Namun, Recky Montong membantah ada sentuhan fisik.
Ia mengaku, sama sekali tidak ada keinginan untuk melakukan perbuatan tak menyenangkan pada wartawan.
"Apalagi saya Wakil Ketua Bidang DataI informatika dan Litbang GMIM. Justru saya selalu akrab dengan wartawan," kata Recky Motong.
Baca juga: Sosok Heronimus Makainas, Politisi Senior Berpengalaman yang Kini Jabat Plt Bupati Sitaro
(TribunManado.co.id/Art)
-
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini