Pelaku Pembunuhan Satpam di Surabaya Ditangkap, Korban Diduga Dijebak
Cak Sur May 11, 2026 08:32 PM

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Kasus tewasnya satpam perumahan berinisial DM (48) di kawasan Jalan Sukomanunggal Jaya, Surabaya, Jawa Timur (Jatim), mulai menemukan titik terang. Polisi berhasil menangkap satu orang pelaku hanya beberapa jam, setelah proses olah tempat kejadian perkara (TKP) dilakukan.

Korban sebelumnya ditemukan tewas bersimbah darah dengan 6 luka tusuk di sebuah rumah kosong, yang berada tak jauh dari pos tempatnya berjaga pada Senin (11/5/2026) dini hari.

Kapolsek Sukomanunggal Polrestabes Surabaya, Kompol M Akhyar, membenarkan adanya penangkapan tersebut.

Namun, pihak kepolisian belum mengungkap identitas pelaku, karena masih menjalani pemeriksaan intensif oleh Satreskrim Polrestabes Surabaya.

“Iya benar, satu pelaku berhasil ditangkap,” ujar Kompol Akhyar saat dikonfirmasi, Senin (11/5/2026).

Hal senada disampaikan Kanit Reskrim Polsek Sukomanunggal, Ipda Andrianto. Ia menyebut, penanganan kasus kini diambil alih Satreskrim Polrestabes Surabaya.

“Diambil alih Polrestabes Surabaya. Iya pelaku tertangkap,” katanya.

Baca juga: Sosok Satpam Perumahan di Surabaya Tewas Penuh Luka Tusuk Dikenal Baik

Korban Sempat Diajak Keluar Sebelum Tewas

Adik korban, Ade Deden Febriadi (35), mengungkapkan bahwa kakaknya sempat diajak keluar oleh seorang pria bernama Eldi, sebelum memulai shift malam sebagai satpam.

Menurut cerita rekan kerja korban, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 20.00 WIB.

Sosok Eldi diketahui juga bekerja sebagai satpam, namun berada di area penugasan berbeda.

“Sebelum ganti shift itu diajak oleh Eldi, sebelum ganti shift jam 21.00. Di malamnya itu ya, jam 20.00-an,” ujar Ade Deden saat ditemui SURYA.co.id di RS Bhayangkara Surabaya.

Ade Deden menyebut, rekan-rekan korban sebenarnya sudah beberapa kali mengingatkan agar korban tidak terlalu dekat dengan Eldi, karena dianggap sering bermasalah.

“Teman-temannya sudah bilang, ojo gandeng arek iki, arek iki mesti bermasalah. Ojo gandeng karo Eldi,” katanya.

Setelah diajak keluar, korban tidak kembali ke pos jaga. Rekan satpam yang hendak berganti shift bahkan sempat mempertanyakan keberadaan korban.

Baca juga: BREAKING NEWS Satpam Perumahan di Surabaya Tewas Penuh Luka Tusuk, Polisi Buru Pelaku

Diduga Dibunuh lalu Diseret ke Rumah Kosong

Keluarga menduga korban dibunuh di lokasi lain, sebelum jasadnya dipindahkan ke rumah kosong yang berjarak sekitar 200 meter dari pos satpam.

Ade Deden mengaku, mendapat informasi dari polisi mengenai dugaan upaya pelaku menghilangkan jejak darah menggunakan alat pel lantai.

“Katanya bapak polisi tadi, kayak bekas darah dan nemu pel-pelan, tapi masih ada bekasnya,” ungkapnya.

Ia juga menduga korban sempat melakukan perlawanan sebelum akhirnya tewas.

“Iya diduga dieksekusi di ruangan, lalu dimasukkan ke ruangan itu. Iya kayaknya ada perlawanan,” jelasnya.

Barang Korban Sebagian Besar Masih Utuh

Hingga kini, motif pembunuhan masih didalami polisi. Keluarga korban mengaku heran, karena sebagian besar barang milik korban masih berada di lokasi.

Motor korban masih terparkir dengan kunci menempel, dompet dan tas juga tidak hilang. Hanya telepon genggam merek Xiaomi milik korban yang belum ditemukan.

“Kalau misalkan begal kan semua diambil. Ini motor masih ada, dompet masih ada, tas juga ada,” ujar Ade Deden.

Pihak keluarga berharap pelaku yang terlibat segera diproses hukum sesuai perbuatannya.

“Iya, harapannya pelakunya ketemu terus diproses setimpal,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.