Laporan Wartawam Serambi Indonesia Zaki Mubarak | Lhokseumawe
SERAMBINEWS.COM,LHOKSEUMAWE - Direktur Pascasarjana UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Prof Dr Zulfikar Ali Buto Siregar, menjadi pemateri dalam kegiatan Diklat Kepemimpinan dan Musyawarah Kerja Organisasi Santri Pesantren Modern Misbahul Ulum masa bakti 2026–2027.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Teuku Umar, Desa Meuria Paloh, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, Senin (10/05/2026).
Acara turut dihadiri Direktur Pesantren Modern Misbahul Ulum, Ustaz Martunis, S.Pd., Gr., M.Hum., M.Pd., para pembina organisasi, wali asrama, serta seluruh pengurus organisasi santri.
Dalam sambutannya, Prof Zulfikar menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk mengisi kegiatan tersebut.
Ia juga mengungkapkan rasa haru karena dapat kembali ke almamater tempat dirinya pernah menimba ilmu.
“Terima kasih atas kepercayaan yang sangat berharga ini. Kegiatan ini menjadi momentum nostalgia bagi saya sebagai alumni Pesantren Modern Misbahul Ulum,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Prof Zulfikar menekankan pentingnya kerja sama dalam organisasi. Menurutnya, organisasi bukan tentang “superman”, melainkan “super team” yang dijalankan bersama oleh seluruh anggota.
“Setiap amanah yang diberikan, terlebih sebagai pengurus, adalah sebuah kebanggaan. Guru yang tidak dapat digantikan adalah pengalaman,” katanya.
Ia juga menjelaskan bahwa organisasi merupakan wadah pembelajaran konkret yang harus disertai refleksi dan evaluasi diri. Tanpa refleksi, menurutnya, organisasi akan kehilangan arah dan tujuan.
“Organisasi mengajarkan kedewasaan, keseimbangan, dan rasa tanggung jawab yang mulia,” terangnya.
Baca juga: Pelajar Nahdlatul Ulama Lhokseumawe Gelar Diskusi Terkait Energi dan Gas
Selain itu, Prof. Zulfikar mengingatkan bahwa seorang pemimpin harus mampu menjadi teladan bagi anggotanya.
Disiplin, katanya, harus dimulai dari diri sendiri sebelum diterapkan kepada orang lain. “Sebagai pemimpin, kita harus mendisiplinkan diri terlebih dahulu, barulah menerapkannya kepada anggota,” tegasnya.
Dalam materinya, ia juga menyoroti pentingnya perubahan diri. Menurutnya, seseorang tidak perlu berusaha menjadi lebih baik dari orang lain, melainkan harus mampu menjadi lebih baik dari dirinya yang sebelumnya.
“Orang yang pintar, cerdas, dan bijak tidak akan jatuh ke lubang yang sama,” ungkapnya. Menjelang akhir kegiatan, Prof. Zulfikar berpesan agar seluruh pengurus organisasi memiliki sikap teguh pendirian, saling mendukung antarseksi, serta terbuka terhadap evaluasi dan kritik yang membangun.
“Kita harus terbuka untuk introspeksi diri, evaluasi, serta menerima kritik dan saran agar roda organisasi terus bergerak menjadi lebih baik ke depan,” pungkasnya.(*)