Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY memastikan pabrik es kristal di Kalasan, Sleman tutup sementara imbas insiden kebocoran gas amonia, Jumat (8/5/2026) malam.
Kepala Disperindag DIY, Yuna Pancawati, mengatakan produksi es kristal di pabrik tersebut disetop untuk sementara waktu.
Ia menyebut pabrik es tersebut bisa berproduksi kembali setalah infrastrukturnya siap.
Perbaikan tersebut untuk memastikan infratruktur aman dan tidak terjadi peristiwa serupa.
Di samping itu, perlu dipastikan tidak ada penolakan dari masyarakat.
"Saat ini proses produksi disetop dulu sampai nanti setelah di perbaiki dan dinyatakan aman, serta tidak ada penolakan dari warga, baru bisa beroperasi kembali," katanya, Senin (11/5/2026).
Baca juga: Kebocoran Gas Amonia Pabrik Es Kristal di Kalasan: Warga Alami Sesak Napas Hingga Ikan di Kolam Mati
Pascakebocoran gas amonia, Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Sleman dan stakeholder terkait sudah melakukan mitigasi.
Ia menyebut gas amonia masih tercium di dalam pabrik.
Beberapa karyawan pun terpantau masuk ke dalam pabrik. Namun, ia memastikan pabrik es tidak beroperasi.
Saat ini, Disperindag Sleman masih fokus dalam proses perbaikan.
"Dari Dinas Perindag Kabupaten Sleman menyampaikan hasil kunjungan di lapangan bahwa saat ini fokus proses perbaikan. Karyawan ada beberapa yang masuk. Gas amonia masih terasa di dalam pabrik," terangnya. (*)