SURYA.co.id, Sidoarjo - Semangat para pelaku UMKM di Desa Tarik, Sidoarjo untuk membawa usaha mereka naik kelas di era digital menguat. Hal ini tampak jelas dalam kegiatan pemberdayaan bertajuk “Sinergi Tarik Berdaya” yang digelar di Balai Desa Tarik, Sidoarjo, Senin (11/5/2026).
Kegiatan ini diinisiasi oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Surabaya (UNESA).
Di sini, para pelaku usaha—yang didominasi oleh ibu-ibu penggiat UMKM lokal—antusias memperdalam keterampilan digital guna memperluas jangkauan pasar dan mengoptimalkan omzet usaha yang telah mereka jalankan selama ini.
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari ini bukan sekadar pelatihan teknis biasa. Ini adalah sebuah upaya nyata bagi masyarakat setempat untuk melakukan transformasi digital, mengubah pola bisnis konvensional yang selama ini mereka jalani menjadi bisnis yang lebih modern, efisien, dan profesional.
Sebanyak 30 peserta hadir dengan membawa harapan baru bagi usaha mereka. Dari sektor kuliner, kerajinan tangan, hingga jasa layanan rumah tangga, semua berkumpul dengan satu tujuan: bagaimana caranya agar produk yang mereka buat bisa dikenal lebih luas dan laku keras di pasaran?
Gita Surani, Ketua Pelaksana kegiatan, mengungkapkan bahwa acara ini merupakan wujud nyata pengabdian mahasiswa dalam membantu masyarakat di tingkat akar rumput untuk beradaptasi dengan disrupsi teknologi yang terjadi saat ini, serta inklusi keuangan modern saat ini.
“Kami melihat potensi besar dari usaha-usaha yang dijalankan ibu-ibu di sini. Namun, mereka masih memerlukan jembatan untuk beralih dari cara-cara lama ke cara yang lebih digital. Sinergi Tarik Berdaya hadir untuk menjadi jembatan tersebut,” ujar Gita saat ditemui di sela-sela acara.
Lebih jauh, mahasiswi semester 4 Ilmu Komunikasi ini menjelaskan bahwa digitalisasi bukanlah hal yang rumit jika diberikan pendekatan yang tepat.
Fokus utama kegiatan ini memang dirancang agar tidak membebani peserta dengan teori yang terlalu teoritis, melainkan langsung pada praktik.
Dalam acara ini, hadir sebagai narasumber ahli yaitu Iqrok Wahyu Perdana dari RUMAH BUMN BRI Sidoarjo.
Iqrok, yang memiliki keahlian mendalam di bidang marketing aplikasi, memberikan pemahaman yang sangat mendasar namun vital bagi kelangsungan usaha para peserta.
Iqrok menekankan bahwa di tengah banyaknya platform media sosial yang tersedia, WhatsApp Business tetap menjadi garda terdepan bagi pelaku UMKM.
Kemudahan akses dan kedekatan personal yang ditawarkan oleh aplikasi ini menjadi kunci utama kesuksesan transaksi.
Pentingnya WhatsApp Business bagi UMKM tidak bisa diremehkan. Aplikasi ini memungkinkan pelaku usaha untuk menyapa pelanggan secara langsung, memberikan katalog produk yang tertata rapi, hingga mengotomatisasi respons pesan agar pelayanan tetap optimal meski di luar jam kerja.
Dalam pemaparannya, Iqrok menjelaskan bahwa WhatsApp Business adalah kanal yang paling “amanah” bagi UMKM karena tidak membutuhkan keahlian teknis tingkat tinggi seperti membangun website. Pengguna cukup memiliki smartphone dan kemauan untuk belajar.
“WhatsApp Business adalah salah satu alat yang sangat krusial. Ini bukan sekadar aplikasi kirim pesan, melainkan toko berjalan yang ada di genggaman setiap pelaku usaha. Dengan fitur katalog yang tertata, pelanggan akan jauh lebih percaya dan mudah dalam memilih produk,” jelas Iqrok dengan antusias.
Iqrok juga menyoroti bagaimana perilaku konsumen saat ini yang lebih suka berbelanja melalui chat dibandingkan harus masuk ke marketplace yang kompleks. Kepercayaan (trust) yang terbangun melalui percakapan langsung di WhatsApp menjadi modal utama bagi UMKM untuk mempertahankan pelanggan setia.
Selain materi strategi pemasaran, acara ini juga diisi dengan sesi praktik langsung. Para peserta diajak untuk membuat copywriting atau tulisan promosi yang menarik untuk katalog produk mereka.
Menulis deskripsi produk yang mampu menggugah minat pelanggan bukanlah hal yang mudah.
Di sela acara, alumnus dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ini menjelaskan kepada SURYA.co.id, Whatsapp Bussines merupakan satu dari 12 platform penjualan yang mudah dipergunakan, dan efektif jika dikelola dengan baik.
Tidak berhenti di situ, untuk meningkatkan visual produk, tim dari Surabaya Kreatif turut hadir memberikan sesi praktik foto produk.
Mereka mengajarkan bagaimana mengambil gambar produk hanya bermodalkan handphone, namun tetap terlihat menarik dan menggoda bagi calon pembeli.
Melihat hasil foto yang jauh lebih baik dan katalog digital yang tertata profesional di HP mereka, para ibu peserta pelatihan tampak sangat gembira.
Suasana di Balai Desa Tarik yang awalnya kaku perlahan berubah menjadi cair saat sesi tanya jawab berlangsung. Banyak ibu-ibu yang memberanikan diri untuk bertanya tentang kendala yang sering mereka hadapi dalam berjualan.
Sebagai penutup, acara diisi dengan pemberian apresiasi kepada peserta yang paling aktif. Penghargaan ini menjadi simbol motivasi agar mereka tidak berhenti di hari ini saja, tetapi terus konsisten mengembangkan usaha digital mereka.