Target PDAM Tirta Bangka di 2026, Pendapatan Tembus Rp7 Miliar dan Rencana Bangun AMDK
Hendra May 11, 2026 09:26 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bangka memproyeksikan target pendapatan yang optimistis hingga akhir tahun 2026 mendatang.

Hal itu disampaikan Direktur Utama PDAM Tirta Bangka, Abdi Nursahri, setelah menggelar pertemuan dengan Bupati dan Wakil Bupati Bangka di rumah dinas bupati, Senin (11/5/2026) siang.

"Sebagai pedagang, kita tentu harus punya target. Untuk tahun 2026, kita proyeksikan pendapatan bisa mencapai Rp6 sampai Rp7 miliar," kata Abdi.

Lebih lanjut, ia menjelaskan performa keuangan perusahaan sejauh ini menunjukkan tren positif. Hingga periode berjalan, realisasi kas sudah menyentuh angka Rp5 miliar lebih, hampir menyamai capaian total tahun 2025.

Optimisme ini juga didukung oleh pertumbuhan jumlah pelanggan yang signifikan. Saat ini, PDAM Tirta Bangka melayani sekitar 14.700 pelanggan. Jumlah ini dipastikan akan bertambah menyusul rencana realisasi Program Percepatan Sambungan Baru.

"Bulan depan atau bahkan bulan ini, kita akan merealisasikan sekitar 1.991 sambungan rumah (SR) gratis bagi masyarakat. Ini adalah program pusat dari zaman Pak Jokowi yang baru terealisasi sekarang. Kita salah satu yang dapat di Sumatra," ucapnya.

Ia juga menegaskan, demi menatap masa depan yang lebih baik, PDAM Tirta Bangka tidak ingin sekadar bergantung pada sambungan pipa rumah tangga. Karena itu, pihaknya memiliki rencana besar membangun pabrik Air Minum Dalam Kemasan (AMDK).

"DED (Detail Engineering Design) bangunannya sudah saya buat. Kita berencana memproduksi air mineral kemasan sendiri dengan sistem sumur bor agar kualitasnya terjaga tanpa campuran bahan kimia seperti tawas," ujarnya.

Langkah ini diharapkan menjadi sumber pendapatan baru (revenue stream) bagi perusahaan daerah. Saat ini, proyek AMDK sedang dalam tahap penyelesaian studi kelayakan sebelum ditawarkan kepada investor.

Tak lupa, ia juga mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak khawatir mengenai pasokan air baku meski memasuki musim kemarau yang diprediksi berlangsung hingga Oktober.

"Kondisi sumber air baku kita masih cukup. Di Merawang, kita sudah mengaktifkan kolam PLN sebagai cadangan. Selama tiga tahun saya di sini, belum pernah kita sampai harus bagi-bagi air karena kekurangan. InsyaAllah aman," ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Bangka, Fery Insani menyebutkan sampai saat ini PDAM Tirta Bangka sudah cukup baik dan tidak ada masalah yang mengganggu saluran air ke masyarakat.

"PDAM kita bagus, progresnya baik. Kuncinya harus terus menambah SR karena sesuai hukum ekonomi law of diminishing return, penambahan sambungan akan mengoptimalkan biaya tetap (fixed cost) perusahaan," kata Fery.

Ia juga menginstruksikan PDAM untuk mulai melakukan ekspansi pasar ke sektor industri. Hal ini tidak hanya bertujuan meningkatkan pendapatan daerah, tetapi juga sebagai upaya pelestarian lingkungan.

"Idealismenya adalah agar masyarakat dan industri tidak lagi terlalu bergantung pada penggunaan air tanah. Jika diambil terus-menerus, risiko intrusi air laut akan semakin besar," ujarnya.

Menariknya, meskipun pendapatan PDAM dilaporkan meningkat signifikan, Fery menyatakan bahwa pemerintah daerah tidak menuntut pembagian dividen dalam waktu dekat.

"Kita tidak meminta dividen dulu, tidak sampai hati saya meminta itu saat ini. Yang paling penting adalah uangnya diputar kembali untuk investasi alat dan peningkatan pelayanan masyarakat. Pelayanan adalah prioritas utama," ungkapnya.

(Bangkapos.com/Adi Saputra).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.