Sinopsis 4 Film Diputar di Festival Sinema Australia Indonesia di Makassar Pekan Ini
Edi Sumardi May 11, 2026 10:22 PM

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Festival Sinema Australia Indonesia (FSAI) hadir lagi di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Makassar masuk dalam 11 kota di Indonesia untuk pemutaran film terbaik Australia dan Indonesia untuk ditonton masyarakat umum, komunitas, dan alumni Australia.

Pemutaran film bakal dilaksanakan di XXI Trans Studio Mal (TSM), Jl Metro Tanjung Bunga, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Jumat-Sabtu (15-16/52026).

Konsulat Jenderal (Konjen) Australia di Makassar Todd Dias mengatakan, FSIA telah memasuki tahun ke-11 di Indonesia.

Namun, di Kota Makassar baru tahun kesembilan.

Sebanyak empat film akan diputar dalam kurun waktu dua hari.

“Film diputar ada empat di Makassar, salah satunya karya sinematografer Andrew Commis. Ada juga film dari Indonesia,” katanya saat ditemui Tribun-Timur.com usai kegiatan masterclass di Saoraja Ballroom, lantai 2 Wisma Kalla, Jl Dr Ratulangi, Kelurahan Kunjung Mae, Kecamatan Mariso, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (11/5/2026).

Karya Andrew Commis bakal diputar pada FSAI 2026 di Makassar adalah "Force of Nature: The Dry 2" (2024).

Film berdurasi 112 menit ini menceritakan lima perempuan mengikuti retret eksekutif di sebuah hutan terpencil.

Namun, beberapa hari kemudian hanya empat orang yang kembali.

Agen Polisi Federal, Aaron Falk kemudian menyelidiki hilangnya salah satu pendaki.

Penyelidikan itu membawanya menelusuri belantara pegunungan yang terpencil.

Di balik pencarian tersebut, Falk menemukan berbagai rahasia tersembunyi serta hubungan rumit dalam persahabatan pribadi maupun profesional para pendaki.  

Kecurigaan dan pengkhianatan pun mulai terungkap.

"Force of Nature: The Dry 2" bakal diputar di hari pertama FSAI, Jumat (15/5/2026) pukul 19.00 Wita.

Di hari kedua, Sabtu (16/5/2026), ada tiga film bisa dinikmati.

"Kangaroo" (2025), film disutradarai oleh Kate Woods ini merupakan film komedi keluarga yang mengisahkan mantan pembawa acara televisi Chris Masterson.

Chris Masterson terjebak di sebuah kota terpencil usai mengalami kecelakaan mobil saat menuju Broome.

Di tempat itu, dia bertemu gadis penduduk asli Australia berusia 11 tahun Charlie.  

Pertemuannya berkembang menjadi persahabatan tak terduga ketika keduanya bersama-sama merawat serta menyelamatkan anak-anak kanguru di komunitas pedalaman yang jauh namun memukau.

Pengalaman tersebut kemudian membawa perubahan besar dalam hidup mereka.

Kemudian ada film "200 persenWolf" (2024).

Film bergenre animasi keluarga ini menceritakan sosok Freddy Lupin kembali dan kali ini serigala pudel merah muda itu menjalankan misi untuk menyelamatkan roh bulan yang nakal Moopo.

Terakhir, ada film Indonesia "Rangga dan Cinta" (2025) yang digarap sutradara Riri Riza.

Film ini berlatar belakang tahun 2001, mengisahkan kehidupan perempuan bernama Cinta.  

Kehidupan Cinta begitu ideal.

Dia populer di sekolah, mempunya sahabat yang kompak serta keluarga harmonis.

Namun, semuanya berubah ketika Cinta kalah dalam lomba puisi oleh sosok pendiam yang gemar membaca buku bernama Rangga.

Kesal perlahan, berubah menjadi ketertarikan karena perbedaan karakter mereka justru menimbulkan rasa penasaran.

Saat salah satu sahabatnya tersandung masalah, Cinta harus menentukan pilihan antara mempertahankan persahabatan atau mengikuti perasaan yang sebenarnya.

Masterclass

Sinematografer asal Australia, Andrew Commis berbagi ilmu kepada anak muda Makassar dalam membuat karya sinematografi.

Andrew Commis merupakan penerima penghargaan Australian Film Institute (AFI) untuk Sinematografi Terbaik dalam Film Dokumenter.

Baca juga: Sinematografer Andrew Commis: Kamera Canggih Bukan Modal Utama Bikin Film, tapi Rasa Ingin Tahu

Ia juga anggota voting Academy Awards dan Emmy Award.

Filmnya telah tayang di festival internasional ternama, seperti Cannes, Venersia, Berlin, Sundance dan Toronto.

Ia membawakan materi dalam Masterclass: Storytelling Through Lens yang digelar Konsul Jenderal (Konsul) Australia di Makassar melalui Festival Sinema Australia Indonesia (FSAI) 2026.

Kegiatan ini digelar di Saoraja Ballroom, lantai 2 Wisma Kalla, Jl Dr Ratulangi, Kelurahan Kunjung Mae, Kecamatan Mariso, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (11/5/2026).

Konjen Australia di Makassar, Todd Dias mengatakan, masterclass ini rangkaian dari FSAI 2026 di seluruh Indonesia.

Walau FSAI tayang di 11 kota di Indonesia, tapi masterclass ini hanya digelar di beberapa kota saja. Makassar salah satunya.

Todd Dias pun bangga dengan Makassar menjadi salah satu kota. Apalagi, narasumbernya Andrew Commis dan peserta di Makassar sangat antuias.

“Ini sangat bagus karena bisa datangkan Andrew Commis sebagai narasumber, tapi saya lebih bangga lagi banyak pemuda-pemudi di Makassar tertarik tentang sinematografi,” katanya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.