Respons Santai Ocha, Siswi SMAN yang Viral Disalahkan Juri Saat LCC 4 Pilar MPR
Noval Andriansyah May 11, 2026 10:19 PM

Tribunlampung.co.id, Pontianak - Josepha Alexandra atau Ocha, siswi SMAN 1 Pontianak yang viral usai dianggap salah oleh juri Lomba Cerdas Cermat alias LCC 4 Pilar MPR, akhirnya muncul ke publik.

Di tengah ramainya tudingan dirinya dicurangi, Ocha justru memilih menanggapi dengan santai lewat unggahan media sosialnya.

Nama Ocha mendadak jadi perbincangan nasional setelah momen debatnya dengan dewan juri dalam final LCC 4 Pilar MPR RI 2026 viral di media sosial.

Banyak netizen menilai jawaban Ocha sebenarnya benar, namun tetap diberi nilai minus oleh juri.

Ternyata, Ocha bukan peserta baru dalam ajang tersebut. Siswi SMAN 1 Pontianak itu diketahui sudah pernah menorehkan prestasi di lomba serupa pada tahun sebelumnya.

Baca juga: Jawaban Sama Beda Nilai, Juri LCC 4 Pilar Viral, Wakil Ketua MPR Minta Maaf

Pada LCC Empat Pilar MPR RI tahun 2025, Ocha bersama timnya bahkan berhasil keluar sebagai juara pertama. Karena itu, kemunculannya kembali di ajang tahun ini ikut menarik perhatian publik.

Di unggahan Instagram pribadinya, Ocha sempat menyinggung soal kejadian yang membuat namanya viral. Ia menyebut video yang beredar seolah membuka siapa yang sebenarnya keliru dalam perdebatan tersebut.

“Lucu ya, ga sengaja nonton ulang kejadian yang mengungkap ‘perasaan’ siapa yang sebenarnya salah... C2 izin muncul ke permukaan,” tulis Ocha dalam akun Instagram-nya, dilansir TribunnewsBogor.com.

Kronologis Ocha Viral

Sosok Ocha sendiri kini ramai dibicarakan setelah video final LCC Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat, Sabtu (9/5/2026), tersebar luas di media sosial.

Dalam video yang diunggah kanal resmi MPR RI, polemik bermula saat MC membacakan soal rebutan terkait lembaga yang pertimbangannya wajib diperhatikan DPR dalam memilih anggota BPK.

“Pimpinan BPK dipilih dari dan oleh anggota. Namun untuk menjadi anggota BPK, keterkaitan dengan Dewan Perwakilan Daerah tetap dijaga. DPR dalam memilih anggota BPK diwajibkan untuk memperhatikan pertimbangan dari lembaga mana?” tanya MC.

Tak butuh waktu lama, Ocha dari regu C langsung menekan bel dan menjawab.

“Anggota-anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh presiden,” ujar Ocha.

Namun jawaban itu justru dianggap salah oleh juri Dyastasita WB dan membuat regu SMAN 1 Pontianak mendapat minus lima poin.

“Nilai minus lima,” kata Dyastasita.

Tak lama kemudian, pertanyaan yang sama dilempar kembali. Kali ini peserta dari SMAN 1 Sambas memberikan jawaban yang nyaris identik.

“Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh presiden,” jawab peserta regu B4.

Berbeda dengan Ocha, jawaban tersebut justru dinyatakan benar dan mendapat nilai 10 dari juri yang sama.

“Iya inti jawabannya sudah benar, nilai 10,” ujar Dyastasita.

Merasa jawabannya sama persis, Ocha langsung mengajukan protes kepada dewan juri. Ia menegaskan telah menyebut unsur DPD dalam jawabannya.

“Dewan juri, izin. Tadi kami menjawabnya sama seperti regu B, sama,” kata Ocha.

“Tadi disebutkan regu C ya itu pertimbangan dari DPD-nya tidak ada,” balas Dyastasita.

“Ada, ada. Tadi saya mengatakan seperti ini ‘Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh presiden’,” ujar Ocha lagi.

Namun juri tetap pada keputusan awal dan tidak mengubah penilaian tersebut.

“Keputusan saya kira di dewan juri ya,” jawab Dyastasita.

Situasi makin ramai setelah juri lain, Indri Wahyuni, ikut menyinggung soal artikulasi jawaban Ocha yang dinilai kurang jelas.

“Kalau menurut kalian sudah, tapi dewan juri menilai kalian karena tidak mendengar artikulasi kalian dengan jelas, artinya dewan juri berhak memberikan nilai minus lima,” kata Indri.

Video itu kemudian viral di berbagai platform media sosial dan memicu gelombang kritik dari netizen. Banyak publik menilai Ocha dirugikan dan menyebut dewan juri bersikap anti kritik.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.