TANGIS Bayi Laki-laki di Sawah Kejutkan Warga Blahbatuh, Diduga Sengaja Dibuang Oleh Orang Tuanya!
Anak Agung Seri Kusniarti May 11, 2026 11:03 PM

TRIBUN-BALI.COM – Suasana pagi yang biasanya tenang di areal persawahan Subak Pejeng, Banjar Kutri, Desa Buruan, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar mendadak berubah haru, Senin (11/5) sekitar pukul 06.00 Wita.

Tangisan seorang bayi memecah kesunyian hamparan sawah dan mengundang perhatian warga sekitar. Bayi laki-laki tersebut diduga sengaja dibuang oleh orangtuanya.

Informasi dihimpun Tribun Bali, warga sekitar yang tengah melakukan aktivitas di sawah, dikejutkan oleh tangisan bayi di areal sawah. Saat suara itu ditelusuri, warga menemukan bayi itu tergeletak sendirian di tanah tanpa pendamping.

Sebelum bayi ditemukan, warga mengaku sempat melihat seorang perempuan meninggalkan lokasi. Namun karena fokus pada suara tangisan bayi, saksi belum sempat menanyakan apa pun kepada perempuan tersebut yang kemudian menghilang.

Baca juga: 5 PELAKU Peragakan 40 Adegan, Polisi Gelar Rekonstruksi Kasus Pembakaran Dua Pria di Benoa

Baca juga: MUTASI Lingkungan Polres Jembrana, Kasatlantas hingga Kapolsek Ganti, Pejabat Baru Diminta Hal Ini 

Penemuan itu langsung dilaporkan ke Polsek Blahbatuh. Tak lama berselang, Kapolsek Blahbatuh Kompol Luh Putu Sri Sumartini bersama personel turun langsung ke lokasi untuk melakukan penanganan.

Bayi mungil tersebut kemudian dievakuasi dengan hati-hati menuju Puskesmas Desa Buruan guna menjalani pemeriksaan medis awal. Karena membutuhkan penanganan lebih lanjut, bayi selanjutnya dirujuk ke RSUD Sanjiwani Gianyar.

Beruntung, hasil pemeriksaan medis menyatakan kondisi bayi dalam keadaan sehat. Dalam rekam medis, bayi laki-laki tersebut memiliki berat sekitar 3 kilogram dan panjang 49 sentimeter.

"Bayi tersebut saat ini masih menjalani perawatan medis. Kami juga telah berkoordinasi dengan pihak rumah sakit dan Dinas Sosial terkait penanganan selanjutnya,” ujar Kompol Sri Sumartini seizin Kapolres Gianyar AKBP Chandra C. Kesuma.

Peristiwa ini menyisakan keharuan mendalam bagi warga yang ikut menyaksikan proses penyelamatan bayi tersebut. Di tengah sunyinya area persawahan, tangisan bayi itu justru menjadi penyelamat bagi hidupnya.

Dalam menemukan orangtua bayi ini, Unit Reskrim Polsek Blahbatuh masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas perempuan yang diduga sebagai ibu bayi tersebut. Polisi juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian itu agar segera melapor guna membantu proses penyelidikan. "Orangtua bayi masih dalam penyelidikan," ujarnya. (weg)

Banyak yang Ingin Adopsi 

Bayi laki-laki yang ditemukan di areal persawahan Subak Pejeng, Banjar Kutri, Desa Buruan, Blahbatuh, Gianyar, masih menjadi perawatan intensif di ruang NICU RSUD Sanjiwani, Senin (11/5). Hal itu dilakukan agar kondisi bayi benar-benar baik.

Sementara itu, di tengah upaya Polsek Blahbatuh mengungkapkan orangtua bayi, banyak pihak yang ingin mengadopsi bayi tersebut. Selain karena faktor kasihan, juga karena saat ini banyak pengantin yang susah mendapatkan keturunan. Terlebih lagi, bayi yang diduga sengaja dibuang oleh orangtuanya tersebut, berjenis kelamin laki-laki.

"Ya, tadi saat dievakuasi, banyak orang yang mau mengadopsi," ujar seorang sumber. Namun untuk mengadopsi seorang bayi, memang dibutuhkan prosedur yang tidak mudah.

Sebab ada berbagai mekanisme hukum yang harus dilalui. Hal tersebut untuk memastikan bayi diasuh oleh orang yang benar, tidak untuk dieksploitasi.

Kasus penemuan bayi yang telah menyebar di media sosial ini pun menuai sorotan dari warga net. Banyak yang mengutuk orangtua bayi. Mereka berharap aparat kepolisian menemukan mereka, sehingga orangtua kejam tersebut menerima hukuman setimpal atas apa yang dilakukan terhadap putranya.

Sekretaris Dinas Sosial Gianyar, Nurwidyaswanto saat dikonfirmasi, pihaknya telah mengetahui adanya kasus penemuan bayi di areal persawahan.

Pihaknya pun telah melihat kondisi bayi tersebut. Namun untuk tindak lanjut dari pemerintah, pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan dari aparat kepolisian. 

"Saat ini bayi masih dalam perawatan, terkait langkah yang kami ambil, masih menunggu hasil penyelidikan dari aparat kepolisian," ujarnya. (weg)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.