Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sri Wahyunik
TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Pemkab Jember menyerahkan hasil verifikasi dan validasi (verval) data kemiskinan Desil 1 ke Badan Pusat Statistik (BPS) Jember.
Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Jember, Akhmad Helmi Luqman mengatakan, BPS Jember akan meneruskan ke BPS Pusat untuk kemudian nanti data diolah.
Baca juga: Meski Kasus Hantavirus Belum Terdeteksi di Jawa Timur, Wagub Ingatkan Jangan sampai Terlena
"Juga sudah kami laporkan ke Kementerian Sosial, BP Taskin juga kalau kami melakukan Verval data kemiskinan Desil 1," ujar Helmi, Senin (11/5/2026).
Dia menyebut, ada 97.000 data warga Desil 1 kemiskinan yang diverifikasi oleh ASN Pemkab Jember.
Dari jumlah tersebut, hasilnya diketahui 17 persen sudah meninggal, 11 persen pindah alamat, 4 persen seharusnya keluar dari Desil 1, dan 3,3 persen tidak pernah menerima bantuan padahal seharusnya mereka masuk dalam Desil 1.
"Yang 3,3 persen ini istilahnya masuk dalam daftar tunggu. Umpama ada kuota 100 orang nih di Desil 1 dapat bantuan. Seharusnya dari 100 orang itu ada yang digraduasi," jelasnya.
"Misalkan 10 orang, tidak masuk Desil 1 karena sudah naik kelas. Harusnya keluar dan masuklah dari angka yang 3,3 persen ini. Seharusnya ada graduasi," imbuhnya.
Data-data tersebut, tegas Helmi, diserahkan ke lembaga berwenang terkait data Desil 1 kemiskinan dan bantuan sosial.
"Juga akan lebih cepat perbaruan data ini lewat forum musyarawah desa dan musyawarah kelurahan," kata Helmi.
"Operator desa dan kelurahan memasukkan data terbaru di aplikasi, kemudian BPS mengolahnya, untuk kemudian dikembalikan ke desa, ke pendamping di desa untuk melakukan kroscek lagi. Ini lebih cepat update datanya," pungkasnya.