Tabiat Sri Terkuak, Istri Tuan Kerap Pamer Bukti Transfer dari Selingkuhan
Noval Andriansyah May 11, 2026 11:19 PM

Tribunlampung.co.id, Mojokerto - Tabiat Sri Wahyuni akhirnya dibongkar Ketua RT usai kasus penganiayaan maut di Mojokerto.

Istri Satuan alias Tuan itu disebut kerap memamerkan bukti transfer dari pria yang diduga selingkuhannya hingga membuat suaminya makin sakit hati.

Bukan cuma soal dugaan perselingkuhan, hubungan rumah tangga pasangan ini ternyata memang sudah lama diwarnai cekcok.

Faktor ekonomi, utang, hingga persoalan anak disebut menjadi pemicu pertengkaran yang terus berulang.

Dikutip dari TribunnewsBogor.com, Ketua RT setempat, M Suroto, mengaku sering mendengar keributan antara Tuan dan Sri Wahyuni. 

Baca juga: Alasan Sebenarnya Tuan Nekat Habisi Nyawa Ibu Mertua, Berawal dari Aniaya Istri

Menurutnya, warga sekitar sebenarnya sudah sempat mencoba membantu mencari jalan keluar agar rumah tangga keduanya membaik.

Satu di antaranya dengan mendorong keluarga itu berjualan kecil-kecilan di depan rumah.

Namun, upaya tersebut tidak bertahan lama karena kondisi ekonomi tetap sulit.

“Sering cekcok karena faktor ekonomi juga. Hutangnya ke sana kemari,” kata Suroto.

Sri Wahyuni kemudian mengaku bekerja di luar rumah. Kepada warga, ia disebut mengatakan bekerja di tempat sablon atau konveksi.

“Ia mengaku bekerja di konveksi. Katanya sih kerja di sablon,” ujarnya.

Namun belakangan, Tuan mulai mencurigai pekerjaan istrinya tidak seperti yang selama ini diceritakan.

“Cuma selidik demi selidik, Satuan mencium ada pekerjaan yang gak jelas. Akhirnya curiga, akhirnya iya dugaannya laki-laki,” kata Suroto.

Menurut Ketua RT, Sri Wahyuni bahkan tidak segan menunjukkan kedekatannya dengan pria lain di media sosial.

“Bahkan yang terakhir ini si perempuannya itu sudah punya papa baru katanya,” tambahnya.

Tak berhenti di situ, Sri juga disebut sering mengunggah status yang berkaitan dengan pria tersebut.

“Tiap hari sering dipakai status,” katanya.

Yang paling membuat Tuan emosi, Sri diduga kerap mengirim bukti transfer uang dari pria lain untuk memancing kemarahan suaminya.

“Bukti transfer dari pacarnya sering dikirim ke Satuan, manas-manasin,” ujar Suroto.

Pengakuan Tuan

Kasus ini sendiri berujung tragis setelah Tuan melakukan penganiayaan hingga menewaskan ibu mertuanya, Siti Arofah (42), menggunakan pisau dapur di rumah mereka di Dusun Sumbertempur, Desa Sumbergirang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Rabu (6/5/2026).

Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Aldhino mengatakan kejadian bermula saat tersangka meminta berhubungan intim dengan istrinya, namun ditolak.

Penolakan itu memicu cekcok hingga berujung penganiayaan terhadap Sri Wahyuni. Saat kejadian berlangsung, ibu mertua tersangka datang dari pintu belakang rumah.

Tuan kemudian menusuk leher dan perut mertuanya hingga tewas.

Dalam pengakuannya, Tuan menyebut dirinya sudah lama memendam sakit hati terhadap istrinya.

“Istri saya selingkuh. Sebenarnya saya sudah tahu sejak lama tapi saya ikuti alurnya, dibiarin kok tambah gitu,” katanya.

Tuan yang sehari-hari bekerja sebagai badut penjual balon mengaku kecewa karena perjuangannya mencari nafkah tidak pernah dihargai.

“Cuma saya mangkelnya gak lihat saya kalau kerja sama anak kecil hujan kehujanan, panas kepanasan,” ujarnya.

Ia bahkan mengaku sering membawa anaknya saat bekerja keliling dari Mojosari hingga Surabaya.

Menurut Tuan, istrinya baru mau mengurus anak jika seluruh kebutuhannya dipenuhi.

“Bilangnya kalau mau momong kalau semua dipenuhi, uang belanja sendiri, uang sekolah sendiri, make up sendiri,” katanya.

Selain itu, ia juga mengungkap bahwa istrinya terlilit banyak utang hingga surat-surat penting digadaikan.

“Surat-surat gak ada semua, digadai. Rentenir itu pak, harian,” ujarnya.

Dalam seminggu, Tuan mengaku harus mencari uang hingga Rp3 juta hanya untuk membayar cicilan utang.

“Satu minggu saya diberi rincian Rp 3 juta,” katanya.

Ia merasa dirinya tidak pernah dihargai sebagai kepala rumah tangga, baik oleh istri maupun mertuanya.

“Kalau ada uang dianggap menantu. Kalau tidak ada ya seperti itu,” ucapnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.