Nadiem Makarim Bantah Atur Pengadaan Chromebook Sejak Awal, Sebut Dakwaan Jaksa Fitnah
Mursal Ismail May 11, 2026 10:38 PM

SERAMBINEWS.COM - Eks Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, membantah seluruh tudingan bahwa dirinya telah merancang pengadaan Chromebook sejak awal maupun melakukan intervensi dalam proses pengadaan laptop di Kemendikbudristek. 

Ia menilai dakwaan jaksa tidak sesuai fakta hukum dan menyebut narasi yang berkembang sebagai fitnah.

Nadiem menyampaikan bantahan tersebut saat menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (11/5/2026). 

Dalam persidangan, ia menegaskan justru mempertanyakan alasan penggunaan Chromebook dibandingkan laptop berbasis Windows dalam komunikasi internal yang ditampilkan di sidang.

“So, then, what's the rationale for some PCs? Why some and not all PCs?” kata Nadiem saat membacakan isi percakapannya.

Menurut Nadiem, pertanyaan tersebut membuktikan dirinya tidak pernah mengarahkan sejak awal agar seluruh pengadaan menggunakan Chromebook.

Ia juga mempertanyakan tudingan bahwa dirinya telah mengatur skenario pengadaan bersama pihak tertentu.

“Kalau saya sudah memutuskan dan mengoordinasikan meeting ini, buat apa saya mengontak Ibam yang katanya adalah antek saya dalam melakukan konspirasi ini dan menanyakan besok meeting-nya mengenai apa,” ujar Nadiem.

Ia juga membacakan percakapan lain di grup internal yang meminta agar seluruh argumen terkait penggunaan Chromebook maupun PC ditampilkan secara seimbang.

“Make sure both sides of argument of Chromebook versus PC is there ya,” ungkapnya.

Nadiem menilai dakwaan jaksa yang menyebut dirinya telah memiliki niat jahat sejak awal tidak sesuai dengan fakta yang muncul di persidangan.

Bahkan, ia menyebut narasi yang berkembang selama proses penyidikan sebagai fitnah.

Baca juga: Nadiem Makarim Buka Suara Usai Eksepsi Ditolak, Tegaskan Tak Ada Konflik Kepentingan dalam Kasusnya

“Itu narasi jahat. Karena itu benar-benar fitnah,” katanya.

Ia juga membantah tudingan bahwa pembahasan pengadaan Chromebook sudah dilakukan sebelum dirinya menjabat sebagai menteri. Menurutnya, tidak ada percakapan WhatsApp yang membuktikan hal tersebut.

“Pada saat itu seluruh Indonesia mengira bahwa di dalam WhatsApp group sebelum menjadi menteri, saya sudah membahas pengadaan Chromebook. Padahal tidak ada,” ujar Nadiem.

Selain itu, Nadiem mengaku tidak pernah melakukan intervensi terhadap proses pengadaan maupun penentuan harga laptop. Ia menyebut para saksi dari LKPP dan PPK juga telah menyatakan hal serupa di persidangan.

“Apakah saya pernah melakukan intervensi? Semuanya bilang serentak, tidak,” tegasnya. (*)

Sumber: https://nasional.kompas.com/read/2026/05/11/19124881/nadiem-bantah-sudah-rencanakan-memilih-chromebook-sejak-awal

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.