Oleh: Pastor John Lewar SVD
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan Katolik hari Selasa 12 Mei 2026.
Tema renungan Katolik hari Selasa “Adalah Lebih Berguna bagi Kamu Jika Aku Pergi”.
Renungan Katolik hari ini untuk Selasa 12 Mei 2026 merupakan hari Selasa pekan Paskah VI, Perayaan fakultatif Santo Nereus, Pankrasius dan Santa Flavia Domitila, Martir, Santo Epifanius, Uskup, Santo Germanos, Uskup, dengan warna liturgi putih.
Adapun bacaan liturgi Katolik hari Selasa 12 Mei 2026 adalah sebagai berikut:
Baca juga: Renungan Katolik Selasa 12 Mei 2026, Roh Kudus, Sang Penolong
“Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus, dan engkau akan selamat, engkau dan sisi rumahmu.”
Juga orang banyak bangkit menentang mereka. Lalu pembesar-pembesar kota itu menyuruh mengoyakkan pakaian dari tubuh mereka dan mendera mereka. Setelah mereka berkali-kali didera, mereka dilemparkan ke dalam penjara. Kepala penjara diperintahkan untuk menjaga mereka dengan sungguh-sungguh.
Sesuai dengan perintah itu, kepala penjara memasukkan mereka ke ruang penjara yang paling tengah dan membelenggu kaki mereka dalam pasungan yang kuat. Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka.
Akan tetapi terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah; dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua. Ketika kepala penjara itu terjaga dari tidurnya dan melihat pintu-pintu penjara terbuka, ia menghunus pedangnya hendak membunuh diri, karena ia menyangka, bahwa orang-orang hukuman itu telah melarikan diri.
Tetapi Paulus berseru dengan suara nyaring, katanya: “Jangan celakakan dirimu, sebab kami semuanya masih ada di sini!” Kepala penjara itu menyuruh membawa suluh, lalu berlari masuk dan dengan gemetar tersungkurlah ia di depan Paulus dan Silas. 16:30 Ia mengantar mereka ke luar, sambil berkata: “Tuan-tuan, apakah yang harus aku perbuat, supaya aku selamat?”
Pada jam itu juga kepala penjara itu membawa mereka dan membasuh bilur mereka. Seketika itu juga ia dan keluarganya memberi diri dibaptis. Lalu ia membawa mereka ke rumahnya dan menghidangkan makanan kepada mereka. Dan ia sangat bergembira, bahwa ia dan seisi rumahnya telah menjadi percaya kepada Allah.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur Kepada Allah.
Mazmur Tanggapan Mzm 138:1-2a.2b-3.7c-8
Ref. Tangan kanan-Mu menyelamatkan daku, ya Tuhan.
Aku hendak bersyukur kepada-Mu dengan segenap hati, karena Engkau mendengarkan kata-kata mulutku. Di hadapan para dewata aku akan bermazmur bagi-Mu, aku hendak bersujud ke arah bait-Mu yang kudus.
Aku hendak memuji nama-Mu oleh karena kasih-Mu dan oleh karena setia-Mu; Pada hari aku berseru, Engkau pun menjawab aku, Engkau menambahkan kekuatan dalam jiwaku.
Tangan kanan-Mu menyelamatkan daku, Engkau akan menyelesaikan segalanya bagiku! Ya Tuhan, kasih setia-Mu kekal abadi, janganlah Kautinggalkan buatan tangan-Mu!
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluia
Aku akan mengutus Roh kebenaran kepadamu, sabda Tuhan, dan Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran.
Bacaan Injil Yohanes 16:5-11
“Jikalau Aku tidak pergi, penghibur tidak akan datang kepadamu.” tetapi sekarang Aku pergi kepada Dia yang telah mengutus Aku, dan tiada seorangpun di antara kamu yang bertanya kepada-Ku: Ke mana Engkau pergi? Tetapi karena Aku mengatakan hal itu kepadamu, sebab itu hatimu berdukacita.
Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.
Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman; akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku; akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi; akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum.
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Renungan Harian Katolik:
“Adalah Lebih Berguna bagi Kamu Jika Aku Pergi”
Namun, Yesus tidak berbicara tanpa maksud. Ia ingin menyiapkan hati
mereka untuk suatu perubahan rohani yang mendalam. Kepergian-Nya
bukanlah penolakan atau kehilangan tanpa arti. Sebaliknya, kepergian
Nya membuka jalan bagi kedatangan Roh Kudus, Penolong, Penghibur,
dan Pemandu yang akan memimpin mereka kepada seluruh kebenaran.
Pertama, Roh Kudus: Penolong dalam Kebenaran.
Yesus menjelaskan bahwa Roh Kudus akan menyingkapkan kebenaran mengenai dosa,
kebenaran, dan penghakiman. Ini bukan sekadar pengajaran intelektual,
tetapi pengalaman hidup yang menuntun kita untuk hidup sesuai
kehendak Allah. Roh Kudus mengingatkan kita akan ajaran Kristus,
memberi keberanian menghadapi kesulitan, dan menguatkan hati kita
ketika dunia menentang iman.
Bagi kita hari ini, Roh Kudus hadir dalam doa, dalam pembacaan Kitab
Suci, dalam sakramen, dan dalam pengalaman hidup sehari-hari. Namun,
seringkali kita ingin kehadiran Allah dalam bentuk yang langsung
terlihat keajaiban, kenyamanan, atau jawaban instan. Yesus
mengajarkan kita bahwa kehadiran Allah bisa lebih dalam melalui Roh
Kudus, yang memimpin kita secara tersembunyi tetapi pasti.
Kedua, Mengalami Kebenaran melalui Roh Kudus. Yesus menyebutkan
bahwa Roh Kudus akan menyingkapkan dosa. Dunia mungkin menipu kita
dengan kebohongan dan keinginan yang menyesatkan, tapi Roh Kudus
menolong kita melihat diri kita sebagaimana adanya baik dan buruk
dan mengarahkan kita untuk bertobat. Roh Kudus juga menuntun kita
pada kebenaran dan keadilan Allah, serta membantu kita memahami
konsekuensi dari pilihan hidup kita.
Penghakiman yang disebut Yesus bukanlah hukuman semata, tetapi
realisasi kebenaran Allah yang membebaskan kita dari kebohongan dan
kesesatan dunia. Dengan menerima Roh Kudus, kita belajar melihat hidup
dari perspektif Allah, bukan perspektif dunia semata.
Ketiga, Kepergian Yesus sebagai Sarana Pertumbuhan Iman. Kepergian
Yesus secara fisik pada saat itu memungkinkan murid-murid menerima
Roh Kudus secara penuh. Dalam kehidupan kita, Allah juga sering bekerja
melalui “kepergian” atau kehilangan: kehilangan orang yang dicintai,
kesempatan, pekerjaan, atau kenyamanan. Hal-hal ini tampak
menyakitkan pada awalnya, tapi bisa menjadi sarana pertumbuhan iman
yang lebih mendalam.
Kita belajar untuk tidak menggantungkan iman pada hal-hal atau orang,
tetapi pada Allah yang hadir melalui Roh Kudus. Setiap kehilangan bisa
menjadi undangan untuk lebih bergantung pada Allah, lebih terbuka
terhadap karya Roh Kudus, dan lebih siap untuk melayani sesama dengan
hati yang tulus.
Bahan Refleksi: Apakah ada hal-hal dalam hidup kita yang kita pegang
terlalu erat sehingga kita sulit melihat rencana Allah? Bagaimana kita
merespons perubahan, kehilangan, atau perpisahan?
Apakah kita melihatnya sebagai ujian, atau sebagai peluang bagi pertumbuhan
rohani?
Apakah kita membuka hati untuk mendengar dan mengikuti bimbingan Roh Kudus dalam keputusan sehari-hari?
Roh Kudus hadir bukan untuk menggantikan Yesus, tetapi untuk
membawa kita lebih dekat kepada-Nya. Dengan Roh Kudus, kita dapat mengalami kasih Allah secara lebih nyata, bahkan ketika Yesus tidak hadir secara fisik.
Doa:
Tuhan Yesus, aku sering takut kehilangan dan perubahan, dan sulit
memahami rencana-Mu. Tolong aku untuk melihat kepergian atau
kesulitan sebagai sarana Engkau bekerja melalui Roh Kudus. Ajari aku
untuk selalu peka terhadap bimbingan Roh Kudus, agar hidupku selalu
mencerminkan kasih dan kebenaran-Mu... Amin.
Sahabatku yang terkasih, Selamat Hari Selasa Pekan VI Paskah. Salam
doa dan berkatku untukmu dan keluarga di mana saja berada: Dalam
Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus...Amin. (sumber the katolik.com/adiutami.com/kgg).