Laporan Wartawan TribunPriangan.com Kota Tasikmalaya, Jaenal Abidin
TRIBUNPRIANGAN.COM, KOTA TASIKMALAYA - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tasikmalaya meminta maaf terkait penumpukan sampah di sejumlah titik yang terjadi dalam seminggu ini.
Bahkan saat ini petugas sukwan dan armada milik DLH tengah menyelesaikan tumpukan sampah di depo Dadaha, sebelum dilanjutkan ke pasar Cikurubuk.
Dua titik ini memang menjadi yang terbanyak, bahkan tumpukan sampah di pasar Cikurubuk sampai menutup akses jalan kedua menuju blok pedagang bumbu.
"Pertama permohonan maaf yang disampaikan kepada masyarakat kaitan di beberapa titik adanya penumpukan sampah, tetapi insyaAllah kami dalam beberapa hari ini kami melakukan penanganan sampah secara terencana," ungkap Kabid Persampahan DLH Kota Tasikmalaya Feri Arif Maulana ditemui TribunPriangan.com, saat meninjau pengangkutan sampah di Depo Dadaha, Selasa (12/5/2026).
Feri menyebut, untuk tumpukan sampah di depo Dadaha saat ini sudah mulai landai dan bakal berlanjut ke titik di Pasar Cikurubuk Tasikmalaya.
Baca juga: Sampah Menggunung Hingga Menutup Akses Jalan di Pasar Cikurubuk Tasikmalaya
"Jadi untuk depo dadaha Alhamdulillah sudah Landai, dan hari ini kita akan berlanjut ke pasar Cikurubuk untuk melaksanakan pengangkutan sampah. Karena untuk titik lain seperti di SL Tobing, Depo Pasar lama sudah lebih dulu diangkut," jelasnya.
Dirinya mengaku, jumlah tonase yang berhasil diangkut di depo dadaha cukup signifikan peningkatannya.
"Kalau dilihat sekitar 20 rit di kali 6 kubik ada sekitar 120 ton di satu titik saja. Untuk pasar Cikurubuk lebih besar tonasenya," tuturnya.
Alasan terjadi penumpukan, ia mengaku adanya kendala terhadap keterbatasan armada yang sebagian kerap mogok karena kondisi mobil lama.
"Mungkin salah satunya keterbatasan armada, tapi dengan armada yang sekarang selalu kami optimalkan untuk mengutamakan pelayanan, kedua maintenance armada," ungkap Feri.
Saat ini jumlah armada yang dimiliki DLH Kota Tasikmalaya sekitar 42 kendaraan dengan berbagai jenis dan ukuran.
"Untuk Dump truk ada 29 unit, amrol 10 unit di tambah kendaraan kecil lain, kalau di total ada 42 kendaraan," ucapnya.
Selain itu, Feri menuturkan, ada beberapa kendaraan yang harus di remajakan dan rencananya bakal diajukan ke Pemprov Jabar.
"Kalau dari jumlah kendaraan ada sekitar 10 sampai 15 kendaraan yang perlu diremajakan. Karena, ada kendaraan yang masih kita pakai dari tahun 2005, 2006, cukup tua juga," ungkap Feri.
Terkait darurat sampah yang terjadi selama satu Minggu ini diakui, karena volume sampahnya terus meningkat.
"Iya volume sampah semakin meningkat dan tetap kita antisipasi salah satunya adanya TPS3R, bank sampah sehingga pengiriman ke TPA Ciangir hanya residu saja," katanya.(*)