Laporan Wartawan Serambi Indonesia Masrizal | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Jelang perayaan lebaran Idul Adha 1447 Hijriah, Pemerintah Aceh melalui Dinas Pangan kembali memastikan pasokan kebutuhan pokok aman di Aceh, terutama saat meugang.
Salah satu upaya pemerintah dengan membantu ongkos angkut bahan pangan dari Sumatera Utara (Sumut) untuk dipasok ke sejumlah off taker atau pedagang di Pasar Induk Lambaro, Aceh Besar dan Pasar Al Mahirah, Banda Aceh.
Baca juga: Dinas Pangan Aceh Gelar Pasar Murah di Mibo, Darwati A Gani Turut Memantau
Kepala Dinas Pangan Aceh, Surya Rayendra mengatakan bahwa program ini bagian dari upaya pihaknya menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) di pasaran.
Ada dua jenis barang yang dibantu ongkos angkut yaitu 57 ton minyak goreng curah dan 99,5 ton gula konsumsi.
"Ini baru pertama kali kita memfasilitasi distribusi minyak goreng curah," kata Surya didampingi Yuni Saputi, Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan, Selasa (12/5/2026).
Baca juga: VIDEO - Aliansi Rakyat Aceh Dirikan Posko Perjuangan di Kantor Gubernur, Pergub JKA Belum Dicabut
Yuni menambahkan bahwa pengangkutan minyak goreng curah dilakukan setiap hari dari Senin (11/5/2026) hingga Kamis (14/5/2026).
Hal ini sebabkan adanya pembatasan kendaraan yang melewati jembatan Kuta Blang, Bireuen. Setiap truk yang melintas jembatan tidak boleh membawa beban lebih 30 ton.
"Rata-rata truk yang lewat bermuatan 18 ton. Kemarin masuk satu truk, dan siang ini ada satu truk lagi yang masuk," terang Yuni.
Baca juga: CJH Asal Lhokseumawe Bertambah Jadi 140 Orang, Ini Jadwal Keberangkatan
Setiba di Banda Aceh dan Aceh Besar, minyak goreng curah dan gula konsumsi langsung didistribusikan ke sejumlah off taker.
"Kita berharap masyarakat tidak perlu panik soal persediaan barang dan harga. Kita terus berupaya untuk menjaga pasokan dan harganya di pasaran," ujarnya.
Dalam menyukseskan pendistribusian bahan pangan ini, Dinas Pangan mengandeng Dirreskrimsus Polda Aceh.(*)
Baca juga: Dekranasda Aceh Barat Dorong Pelajar Kembangkan Produk Kreatif Berbasis Potensi Lokal