TRIBUNMANADO.CO.ID, Airmadidi - Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) terus menunjukkan eksistensinya, dalam pengembangan pariwisata yang berkelanjutan di kawasan Asia Pasifik.
Hal ini ditunjukkan oleh Bupati Minahasa Utara Dr Joune Ganda, yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Novly Wowiling dan Kepala Bappeda Minut Hanny Tambani mengikuti UCLG ASPAC Executive Bureau Meeting and Asia-Pacific Forum 2026, di Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara.
Pemkab Minut satu diantara daerah, di Provinsi Sulut bagian dari United Cities and Local Goverments Asia Pasific (UCLG ASPAC).
Gelaran tersebut, berlangsung sejak tanggal 7 sampai 9 Mei 2026.
Dan pembukaannya berlangsung di Phinisi Ballroom Claro Hotel Kendari.
The 2026 UCLG ASPAC Executive Bureau Meeting and Asia-Pacific Forum, sebuah pertemuan strategis para pemimpin daerah se-Asia Pasifik.
Menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Minut Novly Wowiling, dalam kegiatan itu dibahas sejumlah agenda penting dan strategis.
Berkaitan dengan hubungan kerjasama antara pemerintah kota, pemerintah kabupaten di kawasan Asia Pasific.
"Ikut di bahas tentang isu trategis pembangunan yang berkelanjutan, penguatan ekonomi daerah, ketahanan lingkungan, hingga meningkatkan pelayanan publik yang berbasis kolaborasi antara pemerintah daerah di kawasan Asia Pasific," kata Sekda Minut Novly Wowiling kepada wartawan disela mendampingi Wakil Bupati Minut Kevin Lotulung mengikuti agenda pemerintah di Wisma Negara Bumi Beringin Kota Manado, Selasa (12/5/2026).
Saat memberikan keterangan Sekda Minut menggenakkan kemeja batik lengan panjang.
Sementara cuaca saat itu cerah.
Lanjut Sekda Minut, UCLG ASPAC Executive Bureau Meeting and Asia-Pacific Forum 2026 dihadiri ratusan peserta dari delegasi internasional, perwakilan pemerintah daerah di kawasan Asia Pasific, kementrian, swasta, organisasi mitra, serta para pemangku kepentingan yang terlibat dalam pembangunan daerah berkelanjutan.
Di tempat terpisah, Kepala Bappeda Minut Hanny Tambani menambahkan dalam pertemuan tahunan ini, Minut mengambil peran aktif dalam diskusi-diskusi strategis bersama para pemimpin daerah dari berbagai negara.
"Partisipasi Minahasa Utara dalam pertemuan Executive Bureau ini merupakan agenda rutin tahunan bagi daerah yang tergabung sebagai anggota. Tahun ini, kami hadir di Kendari untuk bersinergi dengan seluruh anggota UCLG ASPAC lainnya," jelas Kepala Beppeda Minut Hanny Tambani.
Forum ini menjadi wadah penting mengingat posisi Asia Tenggara yang kini menjadi magnet pariwisata dunia.
Sekretaris Jenderal UCLG ASPAC, Bernadia Irawati Tjandradewi, menekankan bahwa pemerintah daerah adalah ujung tombak dalam memastikan sektor pariwisata memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat lokal.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus, menyebutkan bahwa forum ini merupakan momentum untuk mempererat solidaritas antar-daerah dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
UCLG ASPAC Executive Bureau Meeting and Asia-Pacific Forum 2026 merupakan agenda internasional diikuti oleh delegasi dari 27 kota dan 13 negara dari Asia Timur dan Tenggara.
Seperti Tiongkok, Korea Selatan, Jepang, Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina.
Asia Selatan dan Tengah ada India, Bangladesh, Nepal, Maldives serta lintas kawasan yaitu Turki dan Kiribati.
Selain pertemuan bilateral dan diskusi panel, rangkaian kegiatan ini juga dimeriahkan dengan pameran produk UMKM dan festival budaya, yang memberikan kesempatan bagi daerah seperti Minahasa Utara untuk melihat peluang kolaborasi ekonomi kreatif dan promosi potensi daerah di level internasional.
(TribunManado.co.id/Crz)