Wabup Teluk Bintuni Gemakan Toleransi di HUT ke-28 GKI Ebenhaezer Sigerau
Hans Arnold Kapisa May 12, 2026 04:44 PM

TRIBUNPAPUABARAT.COM, BINTUNI - Suasana Kebaktian Penyegaran Iman (KPI) di Alun-Alun Argo Sigemerai, SP V, Distrik Bintuni, Kabupaten Teluk Bintuni, Senin (11/5/2026) malam, berlangsung penuh kehangatan.

Wakil Bupati Teluk Bintuni, Joko Lingara, sempat mencairkan suasana dengan sejumlah candaan segar yang disampaikan di hadapan Pendeta Yandi Manobe dan ratusan jemaat.

Dalam sambutannya pada kegiatan yang digelar dalam rangka HUT ke-28 GKI Ebenhaezer Sigerau Bintuni, Wabup Lingara menyinggung pentingnya kerukunan antarumat beragama.

Dengan gaya humor khasnya, ia berseloroh bahwa “yang bisa memisahkan kita hanyalah kiamat,” yang langsung disambut gelak tawa jemaat.

Tak berhenti di situ, ia kembali melontarkan candaan tentang tradisi “perwakilan” dalam birokrasi yang menurutnya tidak berlaku dalam urusan kematian.

“Kalau ada acara bisa diwakili asisten, tapi kalau mati tidak ada yang mau bilang ‘sudah, saya wakili Bapak mati dulu’,” ujarnya, kembali memancing tawa hadirin.

Di balik humor tersebut, Wabup Lingara menegaskan pesan penting mengenai kebersamaan lintas agama di Teluk Bintuni.

Baca juga: Pendeta Yandi Manobe Tekankan Pertumbuhan Iman di HUT ke-28 GKI Ebenhaezer Sigerau Bintuni 

Ia menyebut masyarakat Islam, Katolik, dan Protestan telah lama hidup berdampingan secara harmonis serta saling mendukung dalam berbagai kegiatan keagamaan.

Menurutnya, semangat toleransi bukan sekadar slogan, melainkan budaya yang diwariskan leluhur dan terus dijaga hingga kini, termasuk keterlibatan lintas agama dalam kegiatan seperti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) maupun kegiatan gerejawi.

Pada kesempatan itu, Lingara juga mengungkapkan bahwa dirinya harus membagi waktu antara menghadiri KPI di SP V dan rapat panitia Pesparani Katolik di SP I yang dipimpinnya pada malam yang sama.

Dengan nada bercanda, ia mengaku sempat “melobi” pastor agar diberi kesempatan hadir lebih dulu di KPI karena ingin bertemu langsung dengan Pendeta Yandi Manobe yang selama ini hanya dikenalnya lewat media sosial TikTok.

“Saya ini sembahyang dua kali, Bapak Pendeta. Hari Jumat ke masjid, hari Minggu ke gereja. Banyak-banyak amal supaya masuk surga,” katanya, yang kembali disambut tepuk tangan dan tawa jemaat.

Kegiatan KPI kali ini mengusung tema “Kasih Kristus Menggerakkan Kemandirian Gereja: Mewujudkan Keadilan, Perdamaian, dan Kesejahteraan.”

Kehadiran Pendeta Yandi Manobe disambut antusias jemaat, mengingat selama ini banyak yang mengenal pelayanannya melalui media sosial.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.