Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH - Berangkat dari keluarga sederhana sebagai anak petani, Syaiful Amarin berhasil menapaki perjalanan politik hingga dipercaya masyarakat duduk selama dua periode di DPRD Bengkulu Tengah.
Konsistensinya dalam memperjuangkan aspirasi warga membuat sosoknya dikenal sebagai salah satu politisi yang dekat dengan masyarakat.
Syaiful Amarin menjadi salah satu wakil rakyat di Kabupaten Bengkulu Tengah yang kembali dipercaya masyarakat untuk duduk di kursi legislatif selama dua periode berturut-turut.
Pria kelahiran Padang Burnai, 10 Februari 1973 ini dikenal tumbuh dari keluarga sederhana. Masa kecilnya dihabiskan sebagai anak petani sebelum kemudian menekuni dunia usaha dan perdagangan.
Pada Pemilu 2019, Syaiful memberanikan diri maju sebagai calon anggota DPRD Bengkulu Tengah.
Kepercayaan masyarakat mengantarkannya terpilih menjadi anggota legislatif untuk pertama kalinya.
Lima tahun berselang, tepatnya pada Pemilu 2024, ia kembali maju sebagai calon legislatif dari Daerah Pemilihan (Dapil) 3 Bengkulu Tengah.
Hasilnya, masyarakat kembali memberikan dukungan dan kepercayaan kepadanya untuk melanjutkan perjuangan di DPRD.
Baca juga: PAW di DPRD Bengkulu Tengah, Ahmad Syarkawi Resmi Dilantik Gantikan Nuril Aksa Meninggal Dunia
Menurutnya, keinginan maju sebagai wakil rakyat berangkat dari dorongan untuk ikut membangun daerah kelahirannya.
“Sebagai motivasi saya, saya masih melihat, saya bagian dari masyarakat Bengkulu Tengah. Sudah sewaktunya untuk tampil, untuk membangun, terkhususnya kemajuan masyarakat kita Bengkulu Tengah sebagai wakil rakyat,” katanya.
Meski telah memasuki periode kedua, Syaiful mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang perlu diperjuangkan, khususnya di Dapil 3.
Ia menyebut persoalan infrastruktur jalan masih menjadi perhatian utama.
Menurutnya, masih terdapat sekitar 10 hingga 20 persen jalan di wilayah dapilnya yang kondisinya rusak dan membutuhkan perbaikan.
“Masih banyak PR-PR yang harus saya perjuangkan untuk masyarakat Bengkulu Tengah. Tentunya masalah infrastruktur, khususnya di Dapil saya,” ungkapnya.
Selain infrastruktur, sektor pendidikan juga menjadi fokus perjuangannya di DPRD.
Ia menilai telah ada perubahan dan perkembangan yang cukup baik, namun masih banyak hal yang perlu dibenahi agar kualitas pendidikan di wilayahnya dapat lebih maju.
“Saya melihat masih banyak kekurangan kalau kita bandingkan dengan daerah-daerah lain,” tutupnya. (ADV)