Sanoeri, Pedagang Kaki Lima yang Ditabrak Mobil Dapur MBG di Bekasi Meninggal, Sempat Koma di RS
Joseph Wesly May 12, 2026 08:45 PM

 

Laporan jurnalis TribunBekasi.com, Rendy Rutama Putra

TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI TIMUR- Satu korban kecelakaan mobil dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jalan Pulau Kalimantan Raya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, meninggal dunia.

Korban diketahui bernama Sanoeri (41), pedagang tahu crispy dan otak-otak yang menjadi korban tabrakan mobil dapur MBG pada Selasa (12/5/2026).

Warga yang akrab disapa Owi itu tinggal di Jalan Aren Jaya III Nomor 102 RT 07 RW 02, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi.

“Meninggal tadi sekira pukul 14.25 WIB di Rumah Sakit (RS) Siloam Sentosa Bekasi Timur,” kata tetangga korban, Fahrul, Selasa (12/5/2026).

Tinggalkan Istri dan Anak Balita

Fahrul mengatakan, jenazah korban telah dibawa ke rumah duka menggunakan ambulans.

Sanoeri meninggalkan seorang istri dan satu anak yang masih berusia balita.

Baca juga: Penyebab Kecelakaan Mobil Dapur MBG di Bekasi Diduga Karena Sopir Kaget Lihat Motor Melintas

Baca juga: Satu Korban Koma Imbas Kecelakaan Mobil Dapur MBG Tabrak Sejumlah Lapak UMKM di Bekasi 

Baca juga: Mobil Diduga Operasional SPPG Tabrak Sejumlah Lapak UMKM di Bekasi Timur, 2 Orang Jadi Korban

“Mobil ambulans sudah di rumah duka juga, jenazah juga sudah,” jelasnya.

Sebelumnya, kakak korban bernama Sunendar (51) menyebut Sanoeri sempat menjalani perawatan intensif di RS Siloam Sentosa Bekasi Timur.

LAKALANTAS MOBIL SPPG- Sebuah mobil dengan nomor polisi B 9007 TXZ yang diduga kendaraan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menabrak sejumlah lapak pedagang UMKM di Jalan Pulau Kalimantan Raya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Selasa (12/5/2026). (TribunBekasi/RendyRutamaPutra).
LAKALANTAS MOBIL SPPG- Sebuah mobil dengan nomor polisi B 9007 TXZ yang diduga kendaraan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menabrak sejumlah lapak pedagang UMKM di Jalan Pulau Kalimantan Raya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Selasa (12/5/2026). (TribunBekasi/RendyRutamaPutra). (Tribun Bekasi/Rendy Rutama Putra/Rendy Rutama)

Korban saat itu belum sadarkan diri akibat luka berat di bagian kepala.

“Korban saat ini masih belum sadar. Tadi dokter sudah bicara sama saya, kondisinya memang masih belum sadar, istilahnya koma, saya cuma minta doanya saja,” kata Sunendar.

Mengalami Luka Berat di Kepala

Sunendar menjelaskan, adiknya mengalami luka cukup parah terutama pada bagian kepala.

Pihak rumah sakit pun terus melakukan penanganan medis sebelum akhirnya korban dinyatakan meninggal dunia.

“Dari yang saya lihat, luka paling parah ada di bagian kepala, untuk penanganan dari dokter saya kurang tahu detailnya, tapi katanya sudah ditangani semua,” jelasnya.

Sanoeri diketahui menjadi satu dari dua pedagang yang menjadi korban kecelakaan tersebut.

LAKALANTAS MOBIL SPPG- Sebuah mobil dengan nomor polisi B 9007 TXZ yang diduga kendaraan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menabrak sejumlah lapak pedagang UMKM di Jalan Pulau Kalimantan Raya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Selasa (12/5/2026). (TribunBekasi/RendyRutamaPutra).
LAKALANTAS MOBIL SPPG- Sebuah mobil dengan nomor polisi B 9007 TXZ yang diduga kendaraan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menabrak sejumlah lapak pedagang UMKM di Jalan Pulau Kalimantan Raya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Selasa (12/5/2026). (TribunBekasi/RendyRutamaPutra). (Tribun Bekasi/Rendy Rutama Putra/Rendy Rutama)

Selain Sanoeri, seorang pedagang perempuan berinisial NA (33) juga mengalami luka-luka.

Kronologi Kecelakaan

Kecelakaan terjadi saat mobil dapur MBG bernomor polisi B 9007 TXZ melaju dari arah Jalan Nusantara menuju Duren Jaya.

Berdasarkan keterangan saksi mata sekaligus tukang parkir minimarket di lokasi, Rudi, mobil melaju dengan kecepatan tinggi sebelum menabrak lapak milik Sanoeri.

Setelah itu, mobil kembali menabrak lapak pedagang ayam goreng milik NA.

“Mobil kenceng banget dari arah sana (Jalan Nusantara). Iya, kenceng banget,” kata Rudi.

Usai kejadian, kedua korban langsung dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

Dugaan Penyebab Kecelakaan

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Ojo Ruslani mengatakan, dugaan sementara kecelakaan terjadi karena sopir mobil MBG kaget melihat sepeda motor melintas.

Sopir berinisial WS (57) disebut membanting setir ke arah kiri hingga menabrak dua pedagang beserta gerobaknya.

“Pengemudi kaget karena melihat ada pengendara sepeda motor melintas di depan mobil, sehingga pengemudi kemudian membanting kemudi setir ke kiri dan membentur dua orang pedagang beserta gerobak,” ujar Ojo.

Polisi menyebut terdapat tiga korban dalam peristiwa tersebut, yakni dua pedagang dan satu kenek mobil berinisial PDW (53).

Kasus kecelakaan itu kini masih dalam penyelidikan Unit Laka Polres Metro Bekasi Kota.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.