Alexander Zwiers Bahas Masa Depan Futsal Indonesia, AFI Siapkan Ekosistem Sejalan Sepak Bola
Hasiolan Eko P Gultom May 12, 2026 09:30 PM

Alexander Zwiers Ikut Bahas Masa Depan Futsal Indonesia, AFI Siapkan Ekosistem Sejalan dengan Sepakbola

Laporan Wartawan Tribunnews.com. Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Asosiasi Futsal Indonesia (AFI), Michael Victor Sianipar, membuka peluang adanya sinkronisasi pembinaan antara futsal dan sepakbola usia muda di Indonesia.

Langkah ini diharapkan dapat menciptakan sistem pengembangan pemain yang lebih terintegrasi, terutama di level akar rumput.

Michael mengatakan, wacana tersebut tengah dibahas bersama PSSI, termasuk Direktur Teknik PSSI, Alexander Zwiers, dan Direktur Teknik Futsal Indonesia, Hector Souto.

Menurutnya, komunikasi lintas sektor diperlukan agar jalur pembinaan futsal dan sepak bola tidak berjalan sendiri-sendiri.

“Kami sudah dua kali rapat dengan Direktur Teknik PSSI, Alexander Zwiers. Di kedua pertemuan itu juga ada Coach Hector sebagai Direktur Teknik futsal. Salah satu poin yang dibahas adalah pengembangan futsal education dan bagaimana futsal dengan sepakbola ini bisa nyambung,” ujar Michael di Aryaduta Hotel, Jakrata, Selasa (12/5/2026).

Selama ini, sejumlah sekolah sepak bola (SSB) di Indonesia cenderung membatasi pemain usia muda bermain futsal karena dianggap memiliki teknik berbeda dengan sepakbola lapangan besar.

Namun, Michael melihat justru ada peluang besar untuk menciptakan hubungan yang saling mendukung antara kedua cabang olahraga tersebut.

Ia mencontohkan Brasil sebagai negara yang sukses mengembangkan pemain sepakbola kelas dunia dengan fondasi futsal sejak usia dini.

“Brasil itu sepak bolanya luar biasa. Dari yang saya pelajari, banyak pemain di sana mengasah skill individu di lapangan kecil terlebih dahulu, lalu dibawa ke lapangan besar. Saya pikir ini contoh bagaimana futsal dan sepak bola bisa saling terhubung,” jelasnya.

Menurut Michael, Indonesia memiliki potensi besar karena kompetisi futsal pelajar berkembang sangat masif, mulai tingkat SMP hingga SMA.

Bahkan, jumlah sekolah yang memiliki lapangan futsal dinilai jauh lebih banyak dibanding lapangan sepak bola.

“Kalau melihat realita, berapa banyak sekolah punya lapangan sepak bola? Tidak banyak. Tapi lapangan futsal jauh lebih banyak. Ada banyak kompetisi pelajar yang masif juga. Dari sisi ini sebenarnya kita punya peluang besar untuk menghubungkan keduanya,” kata Michael.

Meski demikian, Michael mengakui pembahasan teknis mengenai pola sinkronisasi pembinaan masih perlu didalami lebih lanjut.

Ia menegaskan AFI juga masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah internal yang harus dibenahi.

“Tepatnya seperti apa, teknisnya bagaimana, tentu masih harus dibahas. Futsal juga masih punya banyak PR yang perlu dirapikan. Tapi kami siap membangun ekosistem yang terhubung dengan sepak bola,” pungkasnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.