BOLASPORT.COM - Federasi Futsal Indonesia resmi memulai babak baru dengan bertransformasi menjadi Asosiasi Futsal Indonesia (AFI) melalui hasil Kongres Biasa 2026, di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Selasa (12/5/2026).
Kongres Biasa Futsal 2026 dibuka oleh Ketua Umum PSSI Erick Thohir dengan didampingi oleh Ketua Umum FFI Michael Sianipar, Selasa (12/5/2025) pukul 10.00 WIB.
Dalam Kongres Biasa Futsal 2026 ini ada beberapa pembahasan, salah satunya dilakukan perubahan nama.
Untuk perubahan nama ini bukan sekedar pergantian identitas, melainkan langkah strategis untuk menyelaraskan statuta organisasi dengan PSSI dan FIFA.
Ini sekaligus memperkuat misi besar Indonesia mencalonkan diri sebagai tuan rumah Piala Dunia Futsal 2028.
Michael Sianipar menjelaskan bahwa perubahan nama ini merupakan langkah krusial yang sudah dipertimbangkan secara matang.
Ini karena Futsal Indoensia berada di bawah naungan PSSI sebagai member FIFA, mereka harus memiliki keselarasan secara hukum.
Oleh karena itu, perubahan atau pergantian nama ini telah dipikirkan secara matang dan saat ini bukan lagi FFI, tetapi AFI.
“Ada perubahan nama jadi FFI menjadi Asosiasi Futsal Indonesia. Ini setelah
kongres akan kami laporkan kepada PSSI untuk ditindak lanjuti agar tetap pada
statuta PSSI,” ujar Michael Sianipar kepada awak media termasuk BolaSport.com, di Hotel Aryaduta, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (12/5/2026).
Selain perubahan nama, Kongres Biasa ini juga menjadi momentum untuk memperkuat strutur kepemimpinan.
Ini karena AFI ingin menyatukan pengelolaan dan ekosistem futsal nasional lebih terorganisir.
Oleh karena itu, dalam kongres ini juga sempat dibahas adanya perubahan AD/ART AFI dengan beberapa penyesuaian statuta PSSI.
Untuk memperkuat struktur, tokoh olahraga berpengalaman, Budi Setiawan secara resmi ditunjuk menjadi Sekertaris Jendral AFI.
Kehadiran Budi ini diharapkan mampu memberikan akselerasi pada sisi manajerial dan operasional organisasi.
Sinergi antara Michael Sianipar yang visioner dan Budi Setiawan yang memiliki rekam jejak kuat di industri olahraga diharapkan mampu menciptakan dwitunggal yang solid.
Fokus utama mereka adalah menciptakan ekosistem futsal yang mandiri namun tetap bersinergi erat dengan sepak bola konvensional.
“Langkah kami sudah jelas membangun sinergi dan ekosistem dengan sepak bola,” kata Michael Sianipar.
“Apa yang sudah terjadi di pusat akan lanjut ke level daerah. Pesan dari Erick kalau futsal naik kelas organisasinya juga naik kelas,” ucapnya.
Salah satu poin paling krusial yang menjadi alasan dibalik transformasi AFI adalah ambisi Indonesia untuk mencalonkan diri sebagai tuan rumah Piala Dunia Futsal 2028.
Menjadi tuan rumah ajang paling bergengsi di dunia tersebut membutuhkan pengakuan organisasi yang solid secara internasional.
Dengan bertransformasi menjadi AFI dan menyelaraskan diri dengan statuta PSSI/FIFA, Indonesia ingin menunjukkan bahwa mereka adalah kandidat yang serius dan profesional.
“Kita masih berharap, dan kita masih menunggu dan mengikuti proses dari FIFA,” ungkap Michael Sianipar.
“Tadi pak Erick juga sampaikan di forum bahwa PSSI sudah membawa hal tersebut kepada FIFA, dan keputusannya pastinya ada di FIFA, dan proses selanjutnya kita tunggu.”
“Kita kemarin suah berhasil menjadi tuan rumah Piala Asia 2026, ya harapannya ke depan apakah Piala Dunia 2028 semoga, kalau tidak ya secepatnyalah kita siap menjadi tuan rumah Piala Dunia Futsal,” tuturnya.