Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima
BULA, TRIBUNAMBON.COM – Ketua Ikatan Bidan Indonesia Cabang Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Suhartini, menegaskan komitmennya menekan angka kematian ibu dan bayi (AKI/AKB) serta stunting di wilayah kepulauan.
Hal itu disampaikannya saat pelantikan pengurus IBI Cabang SBT periode 2023–2028, di Aula Pandopo Bupati, Selasa (12/5/2026).
Menurutnya, tantangan pelayanan kesehatan di SBT masih cukup kompleks, terutama di daerah terpencil dan kepulauan.
“Kita berada pada era transformasi besar dalam sistem kesehatan. Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi digital, serta dinamika kebijakan kesehatan menuntut kita untuk terus beradaptasi,” jelasnya.
Ia menyebut, tenaga bidan saat ini tersebar di 22 puskesmas dan dua rumah sakit di Kabupaten SBT.
Namun, distribusi tenaga bidan dinilai belum merata hingga ke wilayah terpencil.
“Kita menghadapi tantangan distribusi tenaga bidan yang belum merata hingga daerah terpencil dan kepulauan. Ini menjadi perhatian bersama agar pelayanan kesehatan dapat dirasakan secara adil oleh seluruh masyarakat,” bebernya.
Baca juga: Oknum Brimob Aniaya Lansia, Tim Hukum: Jaksa Abaikan Fakta 12 Jahitan di Kepala dan Leher
Baca juga: Kepala SKK Migas Janji Percepat Penanganan Masalah di PT. Karlez
Selain pemerataan tenaga kesehatan, IBI SBT juga mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan kebidanan.
“Bidan harus mampu mengikuti perkembangan zaman, termasuk dalam pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pelayanan yang cepat dan berkualitas,” katanya.
Dalam kepemimpinannya, pihaknya akan fokus pada peningkatan profesionalisme anggota, pencegahan stunting, serta penguatan pelayanan kesehatan ibu dan anak.
“Kami ingin pelayanan kesehatan benar-benar berpusat pada perempuan, keluarga, dan masyarakat,” tutupnya.(*)