Laporan Wartawan Serambi Indonesia Edi Sutami | Gayo Lues
SERAMBINEWS.COM, BLANGKEJEREN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gayo Lues terus mendorong pengembangan sektor perkebunan sebagai salah satu strategi meningkatkan perekonomian masyarakat.
Fokus utama diarahkan pada penanaman kopi dan kakao yang dinilai sesuai dengan kondisi geografis dan iklim daerah.
Untuk mempercepat program tersebut, Pemkab menggelar sosialisasi kepada para pengulu di Kecamatan Blangjerango, Selasa (12/5/2026), agar informasi dapat diteruskan kepada masyarakat luas.
Bupati Gayo Lues, Suhaidi menegaskan, bahwa tujuan utama program ini adalah mempercepat pengembangan kopi dan kakao dalam dua tahun ke depan.
Ia menilai, kualitas kopi Gayo Lues sudah sangat baik, namun produksi masih terbatas sehingga belum mampu memenuhi permintaan pasar, khususnya dari investor.
“Kualitas kopi kita baik, tapi kuota terlalu sedikit. Solusinya, lahan tidur harus mulai ditanami,” ujarnya.
Dengan demikian, masyarakat diharapkan memanfaatkan peluang ini secara serius demi meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus mendukung perekonomian daerah.
Baca juga: Anggota DPR RI Yakin Pengembangan Kopi Skala Besar Jadi Jawaban Ekonomi Masyarakat Gayo Lues
Selain itu, Pemkab Gayo Lues membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus untuk mengawasi jalannya program penanaman kopi dan kakao di lapangan.
Satgas ini akan memastikan setiap tahapan berjalan sesuai target dan masyarakat mendapatkan pendampingan yang memadai.
Langkah ini diambil agar program tidak hanya berhenti pada sosialisasi, tetapi benar-benar terlaksana secara efektif dan berkelanjutan.
Camat Blangjerango, Zulkarnain menyambut baik program prioritas tersebut.
Ia berharap, pengembangan kopi dan kakao mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayahnya.
“Semoga yang kita harapkan bisa mencapai sasaran,” katanya.
Dengan adanya program ini, Pemkab Gayo Lues optimistis produksi kopi dan kakao akan meningkat, membuka peluang ekspor, serta memperkuat posisi daerah sebagai salah satu sentra perkebunan unggulan di Aceh.
Baca juga: Mengenal Biyak Opat: Warisan Adat Gayo Lues dalam Menjaga Ikatan Persaudaraan
Harapannya, masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut aktif menanam dan mengelola lahan sehingga hasilnya dapat dirasakan langsung dalam kehidupan sehari-hari.(*)