Kunci Jawaban IPAS Kelas 5 SD/MI Kurikulum Merdeka Hal 171  Edisi Revisi: Amati-Pikirkan-Ingin Tahu
Salma Fenty May 13, 2026 06:23 AM

TRIBUNNEWS.COM – Buku pelajaran IPAS kelas 5 SD/MI Kurikulum Merdeka (Edisi Revisi) halaman 171  bab 8.

Salah satu materi yang dibahas pada buku pelajaran buku pelajaran IPAS kelas 5 SD/MI Kurikulum Merdeka (Edisi Revisi) halaman 171 , karangan Amalia Fitri, dkk. terbitan Kemdikbud Ristek tahun 2024 yakni energi bunyi.

Energi bunyi adalah energi yang dihasilkan dari benda yang bergetar sehingga menimbulkan suara yang dapat didengar oleh telinga. 

Bunyi tidak akan muncul jika tidak ada getaran. Semakin kuat getaran suatu benda, biasanya bunyi yang dihasilkan juga semakin keras.

Pada latihan soal kali ini, siswa diminta menjawab pertanyaan terkait aktivitas yang ada dalam halaman tersebut.

Sebagai catatan, sebelum melihat kunci buku pelajaran IPAS Kelas 5 SD/MI Kurikulum Merdeka halaman 171  siswa diminta untuk terlebih dahulu menjawab soal secara mandiri.

Kunci jawaban ini digunakan sebagai panduan dan pembanding oleh orang tua untuk mengoreksi pekerjaan anak.

Kunci Jawaban IPAS Kelas 5 SD/MI Kurikulum Merdeka Halaman 171 : Amati-Pikirkan-Ingin Tahu

Kunci Jawaban IPAS Kelas 5 SD/MI Kurikulum Merdeka Halaman 171 

Pilihlah salah satu dari permasalah tersebut yang ingin kamu coba selesaikan. Lalu ikuti instruksi berikut! 

1. Amati lingkungan sekitarmu! 

2. Temukan ide-ide atau sesuatu yang kamu bisa manfaatkan untuk menyelesaikan masalah tersebut. 

3. Salin tabel Amati-Pikirkan-Ingin Tahu berikut di buku tugasmu. 

4. Tuliskan hal yang kamu temukan dan pikirkan pada tabel berikut!

Baca juga: Kunci Jawaban IPAS Kelas 5 SD/MI Kurikulum Merdeka Hal 167  Edisi Revisi: Penyelidikan Sifat Bunyi

Jawaban :

Tabel Amati – Pikirkan – Ingin Tahu

  • Amati

Berdasarkan pengamatan pada kasus Banu, diketahui bahwa ia sudah memasang alarm untuk membangunkannya di pagi hari. Namun, meskipun alarm sudah disetel, suara tersebut tidak terdengar olehnya saat tidur. Akibatnya, Banu sering bangun terlambat dan hampir setiap hari datang terlambat ke sekolah.

Dari kondisi ini, ada beberapa kemungkinan yang dapat diamati di lingkungan kamar Banu, seperti posisi alarm yang terlalu jauh dari tempat tidur, volume suara alarm yang kurang keras, atau adanya gangguan suara lain di sekitar rumah yang membuat bunyi alarm tidak terdengar jelas. Selain itu, kondisi tidur Banu yang sangat lelap juga bisa menjadi faktor penyebab ia tidak mendengar bunyi alarm.

  • Pikirkan

Untuk menyelesaikan masalah ini, ada beberapa solusi yang dapat dipertimbangkan berdasarkan konsep bunyi dalam ilmu pengetahuan. Pertama, suara alarm dapat diperbesar agar lebih mudah terdengar oleh Banu. Kedua, posisi alarm sebaiknya dipindahkan lebih dekat ke tempat tidur, bahkan bisa diletakkan di sisi yang sulit dijangkau agar Banu harus bangun untuk mematikannya.

Selain itu, Banu bisa menggunakan lebih dari satu alarm sebagai cadangan agar bunyi lebih kuat dan peluang untuk terbangun semakin besar. Alternatif lainnya adalah menggunakan alarm dengan fitur getaran atau suara yang berbeda-beda, sehingga lebih efektif untuk membangunkannya.

Dari sisi lingkungan, perlu juga memastikan tidak ada suara lain yang lebih dominan di kamar Banu, karena bunyi yang lebih keras dapat menutupi bunyi alarm yang lebih kecil.

  • Ingin Tahu

Agar masalah ini bisa diselesaikan lebih baik, ada beberapa hal yang ingin diketahui lebih lanjut. Misalnya, seberapa besar intensitas suara alarm yang ideal agar dapat membangunkan seseorang dengan tingkat tidur yang berbeda-beda.

Selain itu, ingin diketahui apakah jarak antara sumber bunyi dan pendengar sangat memengaruhi kekuatan bunyi yang terdengar. Apakah semakin jauh posisi alarm, maka suara akan semakin lemah dan sulit didengar?

Hal lain yang juga penting untuk diketahui adalah apakah ada alat atau teknologi lain selain bunyi, seperti getaran atau cahaya, yang lebih efektif untuk membangunkan seseorang yang sulit bangun tidur.

Kesimpulan

Dari permasalahan ini dapat dipahami bahwa bunyi memiliki sifat dapat melemah jika jaraknya jauh atau terganggu oleh suara lain. Oleh karena itu, pengaturan posisi sumber bunyi, kekuatan suara, serta penggunaan teknologi tambahan sangat penting untuk memastikan bunyi dapat diterima dengan baik oleh pendengar.

*) Disclaimer:

(Tribunnews.com/Namira)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.