Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Sistem komandante yang diterapkan PDIP pada Pemilu 2024 lalu disebut menjadi alasan atau biang perpindahan kader mereka ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Ini diungkapkan Ketua DPW PSI Jawa Tengah Antonius Yogo Prabowo.
Dia mengungkapkan ada mantan bupati yang disebut segera bergabung dengan partai berlambang gajah tersebut.
Bahkan, komunikasi dengan tokoh tersebut diklaim sudah mengerucut dan berpotensi masuk dalam struktur partai.
“Secara nominal harus ngomong iya dari PDI paling banyak. Partai lain juga banyak. Ada mantan bupati yang sudah pembicaraan. Ngklik kami kunci dan mungkin juga masuk struktur. Masih puluhan di dua digit,” jelas Antonius, ditemui Selasa (12/5/2026).
Pernyataan itu disampaikan di tengah meningkatnya perpindahan kader dari sejumlah partai politik ke PSI Jawa Tengah.
Antonius menyebut kader PDI Perjuangan menjadi yang paling banyak bergabung dalam beberapa waktu terakhir.
Selain mantan kepala daerah, PSI juga telah menerima sejumlah tokoh politik dari PDIP.
Di antaranya Yuni Sulistyo dan Umi Wijayanti yang sebelumnya dikenal sebagai kader senior di daerah masing-masing.
Menurut Antonius, keduanya memilih bergabung ke PSI setelah gagal dilantik meski memperoleh suara tinggi dalam Pemilu Legislatif lalu.
“Tokoh-tokoh yang kemarin saudara tua dari Jepara, Yuni, salah satu tokoh senior dua kali anggota DPRD Kabupaten Jepara dari PDI. Harusnya periode ini dilantik karena satu dan lain hal belum dilantik. Ada juga Mbak Umi, suara by name gede tapi kemarin belum bisa terlantik. Mbak Umi sudah di PSI, ada di Bendahara DPD PSI Klaten,” ungkapnya.
Yuni Sulistyo dan Umi Wijayanti diketahui sempat melakukan langkah hukum karena tidak dilantik meski meraih suara terbanyak di daerah pemilihannya.
Keduanya disebut terdampak sistem Komandante yang diterapkan PDIP Jawa Tengah.
Masuknya sejumlah tokoh politik dinilai menjadi bagian dari strategi PSI memperkuat kekuatan politik di Jawa Tengah menjelang Pemilu mendatang.
Antonius menargetkan PSI memiliki minimal satu fraksi di setiap kabupaten dan kota di Jawa Tengah.
Saat ini, PSI baru memiliki dua daerah dengan kekuatan fraksi.
Baca juga: Di Solo, Ketua DPW PSI Jateng Sebut Migrasi Kader Baru Berlanjut, Ada Mantan Bupati Segera Bergabung
“Jawa Tengah baru dua tentu harus berkali lipat. Kabupaten Kota harus satu fraksi. Solo punya 5 kursi punya wakil ketua DPRD. Besok, setelah wakil, ketua DPRD targetnya,” tuturnya.
Ia mengakui target tersebut tidak mudah dicapai dan membutuhkan kerja keras seluruh kader partai.
“Ini bukan pekerjaan yang mudah. Butuh komunikasi yang baik butuh kerja keras yang baik. Butuh memenangkan hati masyarakat,” jelasnya.
(*)