Cuaca Surabaya Hari Ini Rabu 13 Mei 2026: Pagi Cerah, Siang Berpotensi Hujan Ringan
Putra Dewangga Candra Seta May 13, 2026 06:32 AM

 

SURYA.co.id – Kota Surabaya diprakirakan mengalami cuaca yang cukup dinamis pada Rabu, 13 Mei 2026.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda memperkirakan kondisi cuaca akan didominasi cerah dan berawan pada pagi hari sebelum hujan ringan turun saat siang.

Suhu udara di Kota Pahlawan juga terbilang cukup panas dengan kisaran antara 25 hingga 36 derajat Celsius.

Kondisi tersebut membuat masyarakat perlu menyiapkan perlindungan diri dari paparan panas matahari.

Selain itu, angin bertiup dari arah utara dengan kecepatan sekitar 26 kilometer per jam.

Aktivitas masyarakat pada pagi hari diperkirakan masih berjalan lancar karena cuaca relatif stabil.

CERAH - Foto ilustrasi cuaca cerah. Simak prakiraan cuaca Surabaya hari ini, Sabtu (9/5/2026). Diprediksi akan cerah.
CERAH - Foto ilustrasi cuaca cerah. Simak prakiraan cuaca Surabaya hari ini, Sabtu (9/5/2026). Diprediksi akan cerah. (tribun jakarta)

Namun, warga yang beraktivitas di luar ruangan pada siang hari disarankan tetap waspada terhadap potensi hujan ringan.

Cuaca berawan diprediksi kembali mendominasi pada sore hingga malam hari.

Informasi prakiraan cuaca ini penting diperhatikan agar masyarakat dapat menyesuaikan agenda dan mobilitas harian dengan kondisi atmosfer di Surabaya.

Cuaca Pagi Surabaya Diprediksi Cerah

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, kondisi cuaca di Surabaya pada dini hari pukul 01.00 WIB dan 04.00 WIB diprediksi berawan.

Memasuki pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB, cuaca diperkirakan berubah menjadi cerah.

Situasi ini mendukung aktivitas warga yang memulai rutinitas sejak pagi, termasuk pekerja, pelajar, hingga pengguna jalan. Meski begitu, suhu udara diprediksi mulai meningkat cukup cepat menjelang siang.

Cuaca Siang Surabaya Berpotensi Hujan Ringan

Pada siang hari, BMKG memperkirakan hujan ringan akan terjadi di sejumlah wilayah Surabaya.

Potensi hujan diprediksi muncul sekitar pukul 10.00 WIB dan berlanjut hingga pukul 13.00 WIB.

Walau intensitasnya ringan, masyarakat tetap diimbau membawa perlengkapan seperti payung atau jas hujan, terutama bagi pengendara motor dan pekerja lapangan.

Di sisi lain, suhu udara maksimum diperkirakan mencapai 36 derajat Celsius sehingga kondisi cuaca terasa cukup panas dan lembap.

Cuaca panas yang disertai hujan ringan juga berpotensi membuat kondisi jalan licin di beberapa titik. Karena itu, pengguna kendaraan diharapkan tetap berhati-hati selama perjalanan.

Cuaca Malam Surabaya Didominasi Berawan

Memasuki sore hingga malam hari, cuaca di Surabaya diperkirakan kembali berawan.

Kondisi ini diprediksi terjadi pada pukul 16.00 WIB, 19.00 WIB, hingga 22.00 WIB.

Meski tidak ada indikasi hujan lebat, masyarakat tetap diminta memantau pembaruan informasi cuaca apabila hendak melakukan aktivitas malam di luar rumah.

Angin dari arah utara dengan kecepatan 26 kilometer per jam juga diperkirakan masih terasa pada malam hari.

Secara umum, kondisi cuaca malam di Surabaya diprediksi relatif aman untuk aktivitas masyarakat, namun perubahan cuaca tetap dapat terjadi sewaktu-waktu.

Tips Menghadapi Cuaca Surabaya Hari Ini

  • Gunakan pakaian yang nyaman dan menyerap keringat karena suhu siang cukup panas.
  • Siapkan payung atau jas hujan saat beraktivitas pada siang hari.
  • Pastikan tubuh tetap terhidrasi dengan cukup minum air putih.
  • Pengendara motor disarankan berhati-hati saat hujan ringan karena jalan bisa licin.
  • Pantau terus pembaruan informasi cuaca dari BMKG untuk mengantisipasi perubahan kondisi cuaca.

Eri Cahyadi Targetkan Tanjungsari Bebas Banjir Akhir Tahun 2026

Penanganan genangan masih menjadi fokus utama Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Jawa Timur (Jatim). Salah satu langkah yang kini dipercepat adalah pembangunan bozem penampung air di kawasan Jalan Tanjungsari, yang selama ini dikenal sebagai titik langganan banjir saat musim hujan.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi atau Cak Eri, mengatakan bahwa proyek tersebut ditargetkan mampu mengurangi genangan di sejumlah kawasan padat penduduk seperti Simorejo Sari 1A dan 1B yang memiliki elevasi lebih rendah dibanding Jalan Tanjungsari.

“Kampung Simorejo Sari 1A dan 1B ini posisinya lebih rendah. Saya minta aliran dari jembatan Kali Kerambangan dibagi dua. Sebagian dialirkan ke arah Bozem, kemudian dibuang ke Diversi Gunungsari,” ujar Cak Eri saat meninjau proyek, Senin (11/5/2026).

Menurut Cak Eri, keberadaan bozem menjadi bagian penting dalam skema pengendalian air di kawasan barat Surabaya.

Selain menampung limpasan air hujan sementara, bozem juga akan membantu mempercepat aliran menuju sungai primer agar tidak kembali meluber ke jalan maupun permukiman warga.

Karena itu, ia meminta Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya mengubah spesifikasi teknis saluran penampungan, agar kapasitas tampungan lebih maksimal.

“Kalau storagenya tidak besar, maka akan percuma airnya bisa meluber lagi ke jalan. Sehingga, saya minta harus dibuat lebar,” tegasnya.

Ukuran saluran penampungan diminta diperbesar menjadi 4 x 3 meter untuk mempercepat proses pengaliran air.

Tak hanya membangun bozem di kawasan Tanjungsari, Pemkot Surabaya juga menyiapkan lahan di sisi jalan tol arah Perak sebagai area penampungan sementara.

Air nantinya akan dialirkan melalui crossing yang melintasi rel kereta api dan terhubung ke Bozem Dupak.

Langkah tersebut diharapkan menjadi solusi jangka panjang, untuk mengurangi genangan di kawasan padat penduduk dan jalur utama Surabaya barat.

Dalam peninjauannya, Cak Eri juga memberi evaluasi keras terhadap metode pengerjaan proyek di lapangan.

Ia menilai cara kerja yang digunakan masih tradisional, karena seluruh area dikeruk terlebih dahulu sebelum pemasangan box culvert dilakukan.

Menurutnya, metode tersebut menyebabkan jalan rusak, debu beterbangan dan mengganggu aktivitas warga sekitar.

“Saya tanya tadi, cara pelaksanaannya bagaimana? Ternyata metodenya masih tradisional yaitu dikeruk semua baru dipasang. Itu bikin jalan hancur dan berdebu,” ujar Cak Eri.

Ia meminta DSDABM Surabaya bersama kontraktor menggunakan sistem manajemen proyek berbasis digital seperti MS Project, agar pengerjaan lebih efektif dan efisien.

  • Pengerjaan proyek harus dipercepat
  • Saluran penampungan diperbesar menjadi 4 x 3 meter
  • Jalan tidak boleh terlalu lama terbuka dan berdebu
  • Air dialirkan menuju Diversi Gunungsari dan Bozem Dupak
  • Genangan ditargetkan hilang saat musim hujan akhir tahun

Proyek bozem dengan kapasitas sekitar 20 ribu meter kubik itu, diperkirakan selesai dalam waktu 2 hingga 3 bulan ke depan.

Cak Eri menegaskan, hasil pembangunan harus mulai dirasakan warga ketika musim hujan tiba pada akhir tahun 2026.

“Insya Allah akan ada perubahan cepat. Saya minta di bulan November nanti, saat hujan turun, daerah Tanjungsari hingga Simorejo Sari 1A dan 1B sudah tidak boleh ada banjir lagi. Kasihan warga kalau terus-terusan terdampak,” pungkasnya.(Bobby Constantine/Putra Dewangga/SURYA.co.id)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.