Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Deanza Falevi
TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Seorang ustaz pengajar ngaji berinisial T (58) di Cibatu, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, diduga melakukan tindakan cabul terhadap sejumlah santri anak di sebuah majelis taklim tempatnya mengajar.
Kasus dugaan asusila terhadap anak di bawah umur itu kini ditangani Satreskrim Polres Purwakarta.
Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP Uyun Saepul Uyun mengatakan, hingga kini polisi telah mendata sedikitnya enam korban dugaan pencabulan.
Baca juga: Maling Berantai Terjadi di Jatiwangi Majalengka, Sejumlah Sekolah dan Rumah Ustaz Jadi Sasaran
Namun, lanjut dia, baru dua korban yang berhasil dimintai keterangan, sementara korban lainnya masih dalam proses pendalaman dengan pendampingan pihak terkait.
"Korban yang sampai saat ini kami dapatkan lebih kurang enam orang. Yang baru dimintai keterangan baru dua orang, lainnya masih kami upayakan untuk dimintai keterangan," kata Uyun saat berikan keterangan di Mapolres Purwakarta, Selasa (12/5/2026) sore.
Menurutnya, pemeriksaan dilakukan secara khusus karena seluruh korban masih di bawah umur. Polisi melibatkan polwan, dinas sosial, hingga psikolog klinis dalam proses pendampingan terhadap anak-anak korban.
Dari hasil penyelidikan sementara, ia mengagatakan, polisi telah meningkatkan status perkara ke tahap penyidikan dan mengamankan terduga pelaku untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
"Dengan alat bukti yang kami dapatkan, perkara ini sudah kami tingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan. Terduga pelaku juga sudah diamankan," ujarnya.
Meski demikian, polisi belum dapat memastikan secara detail bentuk dugaan tindakan cabul yang dilakukan pelaku. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan visum terhadap para korban.
"Dari pemeriksaan sementara tidak ada dugaan persetubuhan. Namun kami masih menunggu hasil pemeriksaan medis oleh ahli," katanya.
Baca juga: Teka-teki Lubang Kursi di Kasus Asusila Tukang Bakso Tasikmalaya: Polisi Belum Temukan Unsur Pidana
Diketahui, kasus ini mengejutkan warga sekitar karena pelaku dikenal sebagai tokoh agama yang dihormati dan aktif memimpin berbagai kegiatan keagamaan di lingkungan setempat.
Seorang warga, Hasan Asari (55), mengaku sangat terpukul mendengar kabar tersebut. Ia menyebut sosok ustaz tersebut selama ini dikenal baik dan dihormati masyarakat.
"Kalau memang benar terjadi seperti itu, saya sangat kecewa dan terpukul. Beliau selama ini sangat dihormati warga," ucap Hasan.
Pasca mencuatnya kasus tersebut, dilihat Tribunjabar.id pada Selasa (12/5) siang, aktivitas di majelis taklim tempat pelaku mengajar sementara waktu tampak kosong.
Bangunan yang didominasi dengan cat warna kuning itu terlihat hening tidak ada aktivitas. Padahal, lokasi tersebut kerap menjadi aktivitas pengajian anak-anak pada siang dan sore hari.
Hasan berharap, bangunan tersebut tidak dirusak oleh warga bila memang benar terduga pelaku melakukan tindakan asusila terhadap anak muridnya. Ia ingin bangunan tersebut menjadi tempat yang bisa diisi dengan bermanfaat.(*)